News

Selasa, 16 Juni 2020 - 12:24 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Vitalis Kako, Sekretaris Dinas Kesehatan Ende, saat ditemui floreseditorial.com di ruang kerjanya, Selasa (16/6/2020). (Foto: Rian Laka)

Vitalis Kako, Sekretaris Dinas Kesehatan Ende, saat ditemui floreseditorial.com di ruang kerjanya, Selasa (16/6/2020). (Foto: Rian Laka)

Sekdinkes Bantah Tudingan Ketua Fraksi PDIP

Ende, floreseditorial.com – Sekretaris Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Vitalis Kako, membantah tudingan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Vinsen Sangu, terkait adanya unsur kolusi dan nepotisme dibalik perekrutan Tenaga Penunjang Kesehatan (TPK) untuk bekerja di Rumah Sakit Pratama Wilayah Utara Kabupaten Ende.

“Tudingan itu sama sekali tidak benar. Karena hasil proses seleksi 32 TPK, sudah berjalan sesuai dengan standar prosedur dan mekanisme yang berlaku,” tandas Kako ketika dikonfirmasi floreseditorial.com diruang kerjanya, Selasa (16/6/2020).

Ia menjelaskan, sebelum para TPK direkrut, sudah melalui tahapan atau proses seleksi yang ketat, mulai dari proses pengumuman rekrutmen TPK pada tanggal 21 April 2020 hingga pembukaan pendaftaran selama tiga hari berturut-turut yakni, tanggal 22, 23 dan 24 April lalu. Setelah itu, seleksi penentuan kelayakan diikuti pengumuman hasil seleksi dan screening.

“Semua tahapan dilakukan secara maksimal, transparan, akuntabel dan profesional,” tandasnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, selama dibukanya pendaftaran, sebanyak 447 peserta calon TPK yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, mereka kemudian mengikuti proses seleksi administrasi. Guna menentukan lulus dan tidaknya peserta, Dinkes Ende menggunakan dua sistem seleksi yakni sistem gugur dan sistem merit point.

Sistem gugur yang dipakai yakni, mengecek apakah peserta memenuhi atau tidak memenuhi kelengkapan seperti STR Surat Tanda Registrasi. Karena setiap calon TPK wajib mengantongi STR. Sebab, STR adalah ketentuan yang berlaku secara nasional di bidang kesehatan. Kemudian sistem merit point digunakan untuk mengukur perangkingan masa kerja dan lain-lain.

Setelah proses seleksi berjalan, Dinkes Ende mengumumkan hasil seleksi. Dari 447 Calon TPK, sebanyak 32 TPK lolos seleksi. Ke-32 TPK yang lulus itu wajib dilakukan screening untuk dipastikan bekerja di RS Pratama Wilayah Utara Desa Tana Li, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

“Proses seleksi sudah dilakukan secara ketat dan tidak asal-asalan. Karena seluruh rangkaian pelaksanan proses seleksi TPK sudah berjalan sesuai dengan standar prosedur dan mekanisme perekrutan tenaga kerja yang berlaku,” tegasnya.

Terkait tudingan bahwa Dinkes Ende merekrut TPK asal wilayah utara hanya sebesar 10 persen, juga tidak benar. Karena dari 32 TPK yang lolos seleksi, sebanyak 44 persen atau sekitar 14 orang TPK asal wilayah utara yang bekerja di RS Pratama.

Seperti diberitakan sebelumnya, floreseditorial.com edisi Senin (15/6/2020), Fraksi PDI Perjuangan mendesak Bupati Ende membatalkan proses perekrutan Tenaga Penunjang Kesehatan (TPK) di Rumah Sakit Pratama Wilayah Utara Kabupaten Ende, karena Dinas Kesehatan (Dinkes) sarat dengan praktik kolusi dan nepotisme. Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Vinsen Sangu, menyampaikan hal itu karena pihaknya mencium aroma KKN terkait seleksi TPK yang akan dipekerjakan di Rumah Sakit Pratama Wilayah Utara Kabupaten Ende. (ral)

Artikel ini telah dibaca 713 kali

Baca Lainnya
x