News

Senin, 15 Juni 2020 - 16:50 WIB

12 bulan yang lalu

logo

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Vinsen Sangu. (Foto: Rian Laka)

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Vinsen Sangu. (Foto: Rian Laka)

PDIP Desak Bupati Ende, Batalkan Seleksi TPK

Ende, floreseditorial.com – Fraksi PDI Perjuangan mendesak Bupati Ende membatalkan proses perekrutan Tenaga Penunjang Kesehatan (TPK) di Rumah Sakit Pratama Wilayah Utara Kabupaten Ende. Sebab, sistem perekrutan di Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sarat kolusi dan nepotisme. Karena itu, Dinas Kesehatan Ende wajib melakukan perekrutan ulang berdasarkan prinsip transparansi, akuntabel dan profesional.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Vinsen Sangu, kepada floreseditorial.com di Kantor DPRD Ende, Senin (15/6/20). Dia menyampaikan hal itu karena pihaknya mencium aroma KKN, terkait seleksi TPK yang akan dipekerjakan di Rumah Sakit Pratama Wilayah Utara Kabupaten Ende.

Dia menjelaskan, hasil penelusuran Fraksi PDIP terkait mekanisme dan sistem seleksi TPK, yang akan dipekerjakan di Rumah Sakit Prtama Wilayah Utara, Desa Tana Li, Kecamatan Wewari, Kabupaten Ende, ditemukan kejanggalan. Kejanggalan dimaksud di mana TPK yang dinyatakan, diterima tanpa melalui seleksi tertulis dan wawancara. Padahal seleksi tertulis dan wawancara menjadi alat ukur, apakah seseorang layak  atau tidak dipekerjakan di rumah sakit itu. Yang terjadi, lanjutnya, dua tahap penting itu justru tidak dilakukan dinas itu.

“Dari sisi proses perekrutan tidak transparansi. Tidak ada seleksi tertulis dan wawancara. Jadinya lucu,” sesal Vinsen.

Atas dasar itu, lanjutnya, Komisi III DPRD Ende menilai proses seleksi yang dilakukan dinkes tidak profesional dan bertentangan dengan etika penerimaan tenaga kerja. Karena itu, hasil seleksi yang  telah diumumkan harus dibatalkan, karena telah menciderai hati masyarakat lokal Wilayah Utara Kabupaten Ende. Apalagi tenaga yang dinyatakan, diterima dipekerjakan di Rumah Sakit Pratama itu tidak mengakomodir masyarakat lokal Wilayah Utara Kabupaten Ende. Bahkan putera-puteri asal Wilayah Utara Kabupaten Ende yang diakomodir hanya 10%. Padahal  salah satu semangat pendirian RS Pratama tersebut, membuka  lapangan kerja bagi anak-anak Wilayah Utara Kabupaten Ende.

“Cukuplah tanah yang diberikan gratis buat pembangunan RS pratama. Jangan lagi  tenaganya. Masa masyarakat utara hanya jadi penonton di tanah mereka sendiri,” pungkasnya. (ral)

Artikel ini telah dibaca 352 kali

Baca Lainnya
x