News

Senin, 15 Juni 2020 - 12:27 WIB

12 bulan yang lalu

logo

Bupati Lembata bersama rombongan, saat diskusi bersama, Camat Witihama Laurensius Leburaya, di Dusun Meko, Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Minggu (14/06). (Foto: Ist)

Bupati Lembata bersama rombongan, saat diskusi bersama, Camat Witihama Laurensius Leburaya, di Dusun Meko, Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Minggu (14/06). (Foto: Ist)

Bupati Lembata, Jangan Jilat Ludah Sendiri

Lewoleba, floreseditorial.com – Pelayaran pre-launching “Kapal Phinisi Aku Lembata” oleh Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, bersama rombongan, pada hari Minggu (14/6/2020), mendapat reaksi protes sejumlah pihak. Uji coba pelayaran yang dilakukan, Bupati Sunur, bersama rombongan, dinilai sebagai tindakan inkonsisten dan bertentangan dengan kebijakan atau aturan yang dibuat Pemerintah Lembata sendiri.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lembata, Simeon Lake Odel, kepada floreseditorial.com menyatakan, pada prinsipnya, masyarakat sangat mendukung sikap tegas dan kebijakan bupati, yang melahirkan kebijakan ketat, untuk melindungi warga Lembata dari paparan covid-19. Namun, sikap bupati yang melakukan pelayaran dan singgah di zona merah yakni, Flores Timur, sebagai tindakan yang bertentangan dengan aturan dan kebijakan, yang dibuat pemerintah sendiri.

“Kalau untuk kepentingan uji coba, ya… uji coba bisa dilakukan di laut saja. Kenapa mesti turun lagi di Adonara, Flores Timur, yang adalah daerah zona merah. Bupati sendiri yang mengimbau warga atau pelaku perjalanan, agar membekali diri dengan rapid test, tapi apakah Dia sendiri pergi-pulang dibekali dengan rapid test atau tidak?” tanyanya retoris.

Ia menyebutkan, tindakan bupati bersama rombongan, melakukan pelayaran dengan kapal motor phinisi, yang singgah di Dusun Meko, Desa Pledo, Kabupaten Flores Timur, merupakan sikap tidak mencerminkan keteladanan seorang pemimpin. Aturan mesti berlaku untuk semua, bukan hanya untuk masyarakat, sedangkan pemimpin dan pejabat lain tidak berlaku.

“Bupati yang buat aturan, lalu melanggar sendiri. Ini soal keteladanan. Jangan muncul istilah bupati menjilat ludahnya sendiri,” tandasnya.

Dikatakan, masyarakat sangat mendukung kebijakan Bupati Lembata, karena mengurangi kecemasan dan kegalauan masyarakat, terkait pandemi corona. Meskipun, kebijakan pemerintah masih agak membingungkan, karena sedikit berseberangan dengan pemerintah provinsi. Namun, pada prinsipnya, masyarakat mendukung langkah bupati tersebut, demi memutus mata rantai penyebaran covid, sekaligus tetap mempertahankan Lembata sebagai daerah hijau atau bebas dari corona.

Namun, dengan sikap bupati dan rombongan, yang melakukan perjalanan dan menyinggahi daerah zona merah, maka hal ini mengurangi rasa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Lembata.

Senada disampaikan oleh, Gabriel Raring, anggota DPRD Lembata. Politisi PDI Perjuangan Lembata, mengharapkan Bupati Lembata tetap konsisten dalam menjalankan aturan yang telah dibuat, dan pemimpin yang menjadi panutan bagi masyarakat Lembata.

“Apa mungkin Bupati so amnesia? Dia adalah ketua gugus tugas, Dia yang mengeluarkan edaran, mengeluarkan keputusan berkaitan dengan protap covid-19, dan Dia juga kadang-kadang membuat keputusan yang tidak sama dengan provinsi atau gereja. Prinsipnya, kalau bisa, bupati setia untuk tidak melanggar apa yang Dia buat sendiri,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bupati Lembata didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Ibu Yuni Damayanti Sunur, bersama sebagian besar Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diantaranya Sekretaris Daerah, Paskalis Ola Tapobali, ikut dalam pelayaran uji coba kapal phinisi, Minggu kemarin.

Menurut Bupati Lembata, pre-launching kapal phinisi, dimaksudkan untuk uji coba, sekaligus sebagai ajang refreshing bagi seluruh OPD dan tim gugus tugas. Dalam wawancara dengan awak media di atas kapal, Bupati Lembata tidak mempermasalahkan pelayarannya yang sempat menyinggahi “zona merah.” Karena menurut Bupati Sunur, mereka tidak berinteraksi dengan masyarakat setempat dan hanya bertujuan refreshing. (ben)

Artikel ini telah dibaca 1441 kali

Baca Lainnya
x