News

Minggu, 14 Juni 2020 - 15:40 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Foto: Ilustrasi (net)

Foto: Ilustrasi (net)

Tingkatkan Kapasitas, Karang Taruna Mahe Kelan Gelar LDK

Waigete, floreseditorial.com – Karang Taruna Desa Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sebagai salah satu langkah kongkrit meningkatkan kapasitas anggota. Pelatihan ini diharapkan, dapat melahirkan pemuda desa menjadi pemimpin-pemimpin yang bijaksana, kreatif dan inovatif. Demikian dikatakan, Ketua Karang Taruna, Yosep Wilfridus, kepada floreseditorial.com di Waigete, Sabtu (13/6/2020).

Ia mengharapkan, kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengembangan mental, dalam mengantisipasi kemajuan dan perkembangan masa depan Desa Mahe Kelan.

Pemuda desa diharapkan, dapat mengaplikasikan segala bakat, keterampilan, serta karya unik yang sifatnya membangun diri, masyarakat bangsa dan negara.

“Karang taruna harus fokus pada bidang pendidikan dan pengkaderan, kebudayaan, sosial ekonomi, rohani dan pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Sementara itu, materi-materi yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut berupa motivasi berorganisasi, teknik memimpin rapat dan diskusi, dan public speaking. Bertujuan, membuat anggota bisa memiliki kapasitas mumpuni.

Pemateri antara lain, Camat Waigete, yang membawakan materi tentang filsafat kepemimpinan bagi pemuda milenial dalam menjalankan peran dan tanggung jawab dalam membangun desa.

Camat Waigete, Even Edomeko, mengapresiasi kegiatan LDK yang dilaksanakan karang taruan, sebagai salah satu proses pengkaderan dan untuk menempah kemampuan anggota dalam berorganisasi. Dengan demikian, karang taruna bisa menjalankan amanah organisasi yang termuat dalam program kerja karang taruna Mahe Kelan Jaya, sebagai ujung tombak pembangunan desa.

“Karang taruna tugasnya memberikan motivasi dan dorongan, serta terobosan baru dalam menghadapi tantangan dan dinamika sosial kemasyarakatan,” terang Edomeko.

Ia menyebutkan, pemimpin harus seperti air, pemimpin itu seperti bambu, dan pemimpin itu harus seperti gunung, yang mampu memberikan teladan yang baik, rendah hati dan menyejukkan. Dirinya berharap, pelatihan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin, agar dapat menambah wawasan anggota dalam berorganisasi, sehingga bisa menjadi generasi muda yang memiliki potensi membangun wilayah. (eri)

Artikel ini telah dibaca 568 kali

Baca Lainnya
x