News Travel

Minggu, 14 Juni 2020 - 06:40 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, saat peresmian Angkutan Wisata Lembata di Ruang Tunggu Pelabuhan Laut Lewoleba, Minggu (14/06). (Foto: Ben Kia Assan)

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, saat peresmian Angkutan Wisata Lembata di Ruang Tunggu Pelabuhan Laut Lewoleba, Minggu (14/06). (Foto: Ben Kia Assan)

Genjot PAD, Bupati Lembata Resmikan Angkutan Wisata

Lewoleba, floreseditorial.com – Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, me-launching beroperasinya sejumlah armada angkutan darat dan laut untuk kepentingan pariwisata. Peresmian angkutan wisata ini dilaksanakan di ruang tunggu Pelabuhan Laut Lewoleba, Minggu (13/06).

Sedikitnya, enam unit minibus siap melayani warga yang ingin berwisata. Semua minibus yang didominasi warna kuning ini, rencananya, akan melayani pengunjung ke destinasi wisata Lembata seperti Bukit Cinta Lembata (BCL), Pantai Wisata Lewolein, Desa Dikesare dan Pantai EPO di Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape dan destinasi wisata lainnya.

Keenam minibus tersebut masing-masing memiliki nama antara lain, Bus Wisata Ile Werung, Bus Wisata Ile Batutara, Bus Wisata Ile Lewotolok, Bus Wisata Bukit Cinta Lembata (BCL), Bus Wisata Atawua Palace dan Bus Wisata Pantai Mutiara.

Inisiasi angkutan wisata oleh pemerintah Kabupaten Lembata ini, dimaksudkan untuk memicu sektor usaha masyarakat, agar ambil bagian dalam bisnis transportasi, termasuk jasa angkutan wisata.

“Pemda punya hanya sebagai pemicu, bahwa ini ada sektor usaha lain yang kita mulai, dan salah satu adalah tranportasi antar objek wisata.” ungkap Sunur.

Selain angkutan wisata darat, Pemerintah Lembata juga menyiapkan dua unit kapal angkutan wisata laut yakni, KM Banawa Nusantara 109 dan KM Katamaran. Untuk trayek Lewoleba, ke Waiwuring dan Solor, Kabupaten Flores Timur, akan dilayani KM Banawa Nusantara 109. Sedangkan KM Katamaran akan melayani trayek Lewoleba – Pulau Siput Awalolong.

Untuk KM Katamaran, yang melayani pengunjung wisata ke Pulau Siput Awalolong, Bupati Lembata meminta tim kerjanya untuk tidak mengganggu aktivitas transportasi yang selama ini dijalankan masyarakat. Beliau bahkan mengharapkan, tarif angkutan ditetapkan sama atau lebih tinggi, agar masyarakat pengguna tetap punya pilihan.

“Faktor utama bukan nilai uang yang dikejar, tapi memberikan kenyamanan dan keselamatan terhadap penyeberangan jarak dekat. Karena kapal-kapal kecil tidak dilengkapi dengan life jacket,” ujarnya.

Ia meminta Kadis PU dan Perhubungan, untuk pastikan kelengkapan-kelengkapan keselamatan penumpang di atas kapal. Peresmian angkutan wisata ini, sekaligus wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata, untuk menggerakkan kembali roda perekonomian, membantu mengembalikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hilang selama pandemi covid-19.

Sebelumnya, media ini memberitakan, Bupati Lembata mulai mengaktifkan kembali sejumlah kegiatan publik yang berpeluang meningkatkan atau mengembalikan PAD yang hilang, hingga Rp 40 miliar lebih di masa pandemi covid-19. (ben)

Artikel ini telah dibaca 749 kali

Baca Lainnya
x