News

Kamis, 11 Juni 2020 - 05:52 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Fotokopi sertifikat tanah atas nama almarhum Petrus Tehe Peurape (foto:Benediktus Kia Assan)

Fotokopi sertifikat tanah atas nama almarhum Petrus Tehe Peurape (foto:Benediktus Kia Assan)

Sertifikat Tanah Hilang, BPN Diminta Terbitkan Sertifikat Baru

Lewoleba, Floreseditorial.com – Keluarga almarhum Petrus Tehe Peurape meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lembata agar dapat menerbitkan sertifikat tanah yang baru pasalnya, sertifikat asli atas nama Petrus Tehe Peurape telah hilang. Pihak keluarga almarhum sudah meminta surat keterangan hilang dari kepolisian Lembata.

“Kami sudah melaporkan sertifikat asli yang hilang itu kepada polisi dan kami juga sudah ajukan permohonan kepada BPN agar pihak BPN bisa menerbitkan sertifikat yang baru,”ujar Stefanus Rahaq, alih waris almarhum.

Dalam dokumen, sertifikat tanah atas nama Petrus Tehe Peurape diterbitkan oleh Kepala Kantor Agraria Kabupaten Flores Timur, saat Lembata masih bergabung dengan Kabupaten Flores Timur.

Fotokopi sertifikat tanah atas nama almarhum Petrus Tehe Peurape (foto:Benediktus Kia Assan)

Tercatat, pemegang hak atas nama Petrus Tehe Peurape bernomor 233, Kelurahan Lewoleba dengan petunjuk warkah nomor 117/1/TE/1986. Pembukuan dilakukan tertanggal 29 September 1986 yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Agraria, Y.Ben Sareng, BA dan ub. Kepala Seksi Pendaftaran Tanah, Ray Mitan Fransiscus tertanggal 29 September 1986. Dengan surat ukur sementara No. 64/TE/1986 dengan luas tanah 23.736 M2.

Namun untuk menerbitkan sertifikat tanah yang baru menggantikan sertifikat yang hilang, pihak BPN Lembata meminta ahli waris untuk melengkapi sejumlah adminstrasi serta mengumumkannya ke publik sebagai bentuk sosialisasi kepada publik sebelum sertifikat baru diterbitkan. Hal ini juga merupakan bagian dari pertanggungjawaban dan transparansi pelayanan publik. (ben)

Artikel ini telah dibaca 927 kali

Baca Lainnya
x