News

Senin, 8 Juni 2020 - 17:13 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Yos Marto, S.T. (Foto: Ist)

Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Yos Marto, S.T. (Foto: Ist)

Dinas PUPR Matim ‘Kehilangan’ 27 Paket Pekerjaan

Borong, floreseditorial.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, harus kehilangan 27 paket pekerjaan pada tahun anggaran 2020 ini. Item pekerjaan tersebut terpaksa dikorbankan, menyusul rasionalisasi anggaran, menyikapi pandemi corona.

Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Yos Marto, S.T, menyampaikan hal itu menjawab wartawan di Borong, pekan kemarin. Dia diminta komentar terkait perkembangan pekerjaan fisik jalan di Manggarai Timur.

Dia menjelaskan, sesuai anggaran, terdapat 47 paket infrastruktur jalan yang dialokasi tahun anggaran 2020. Rinciannya, 41 paket proyek jalan lapen, dengan total anggaran kurang lebih Rp 61 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Enam paket lainnya, infrastruktur jalan hotmix atau HRS, dengan total anggaran kurang lebih Rp 71 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Total 47 paket pekerjaan itu, lanjutnya, didistribusikan ke sembilan kecamatan dengan jatah 10 – 14 KM, masing-masing kecamatan. Namun, setelah dirasionalisasi untuk penanganan covid-19, maka tahun anggaran 2020, 27 paket harus dikorbankan dan hanya 20 paket proyek infrastruktur jalan yang dapat dikejakan tahun anggaran 2020.

“Hanya 20 paket proyek pembangunan jalan lapen tahun ini yang dapat dikerjakan. Semuanya, menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Paket proyek tersebut, dalam persiapan proses tender atau lelang,” katanya.

Dia menyebutkan, 20 item paket proyek jalan tersebut, menghabiskan dana sebesar Rp 27,525 miliar. Setiap kecamatan, katanya, hanya mendapat jatah dua paket proyek lapen.

Pagu induk Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2020, demikian Kadis Yos Marto, sebesar Rp 193.945.320.000 dan didistribusikan untuk bidang bina marga, bidang cipta karya, irigasi, dan bidang lainya. Namun, pasca rasionalisasi tahap satu, tersisa Rp 192.545.320.000. Rasionalisasi tahap dua, jelasnya, tersisa Rp 188.008.320.000 dan selanjutnya, rasionaliasi tahap tiga sebesar Rp 138.085.452.600, sehingga dana yang tersisa sebesar Rp 49.922.867.400.

“Dari rasionalisasi itu, dana yang dikucurkan untuk penanganan covid-19 di Manggarai Timur sebesar Rp 144.022.452.600,” katanya.

Dia merincikan, berdasarkan rasionalisasi itu, dana yang bersumber dari DAU untuk kegiatan di Dinas PUPR sebesar Rp 49.922.867.400, dari anggaran semula Rp 193.945.320.000. Dana sisa dari proses rasionalisasi itu diplotkan untuk 20 paket infrastruktur jalan, enam paket normalisasi saluran sungai sebesar Rp 770.171.900. Sedangakan, untuk pengembangan prasarana dan sarana sumber daya air dan irigasi secara partisipatif, sebanyak lima paket dengan dana sebesar Rp 375.000.000.

Selain itu, untuk pembangunan infrastruktur jaringan irigasi, sebanyak enam paket, dengan total anggaran sebesar Rp 1.776.233.000, operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi sebanyak empat paket sebesar Rp 225.000.000. Sedangkan untuk rehabilitasi jaringan irigasi yang dianggarkan dari DAU-IPDMIP, sebanyak lima paket sebesar Rp 2.700.000.000.

Dia mengatakan, selain item pekerjaan tersebut, terdapat juga kegiatan pengembangan sistem distribusi air minum (HAMB), sebanyak enam paket, sebesar Rp 1.500.000.000. Pembangunan air minum bersih (DAU) sebanyak dua paket, Rp 615.000.000, dan optimalisasi pembangunan jaringan air minum bersih satu paket, Rp 1.514.675.000.

“Kita berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir sehingga rancangan kita di tahun tahun 2020 yang dikorbankan itu bisa langsung diintervensi di TA. 2021,” katanya. *(klb)

Artikel ini telah dibaca 330 kali

Baca Lainnya
x