News

Minggu, 7 Juni 2020 - 14:18 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Bendahara DPD GMNI NTT, Yoseph O. D. Wara. (Foto: Ist)

Bendahara DPD GMNI NTT, Yoseph O. D. Wara. (Foto: Ist)

DPD GMNI NTT, Tolak Pembangunan Mall

Maumere, floreseditorial.com – Rencana pembangunan mall di Pasar Tingkat Maumere oleh PT. Yasonus Komunikatama Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sikka, menuai banyak kritikan. Kritikan dan protes keras datang dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) NTT. DPD GMNI NTT menilai, keliru jika Pemkab Sikka membangun mall dalam situasi pandemi covid-19 yang sedang melanda bangsa ini.

Bendahara DPD GMNI NTT, Yoseph O. D. Wara dalam press release-nya meminta Pemkab Sikka untuk tidak ‘berwisata’ di tengah air keruh, di mana rakyat sedang berjuang melawan covid-19. Pemkab Sikka malah berpikir pembangunan mall.

Surat yang diterbitkan 7 Juni 2020 menyatakan, ratusan pedagang di Pasar Tingkat sudah melakukan aksi penolakan. Itu adalah kunci agar tidak dibangunnya mall, yang akan berdampak pada relokasi pedagang, apalagi dalam situasi pandemi covid-19.

“Negara kita sedang berpikir membangun ekonomi agar tidak anjlok, tetapi bupatinya malah sibuk berpikir untuk terima investor dan melakukan pembangunan mall, ini adalah pikiran yang keliru,” tulis Yoseph O. D. Wara.

DPD GMNI NTT merasa aneh dengan pernyataan Presiden Direktur PT. YKI, bahwa mall dibangun agar terlihat lebih rapi dan layak, serta manajemen pasar diserahkan ke Pemkab Sikka. Mall dibangun gratis dengan anggaran 650 Miliar. Harapan kami, Presiden Direktur PT. YKI jangan bersembunyi dibalik niat busuknya di tengah pandemi ini.

Kita tidak menolak sebuah kemajuan, namun yang kita inginkan ada transparansi dari Pemkab Sikka dan PT. YKI, bahwasannya pembangunan mall bukanlah hal yang urgent dilakukan saat ini.

Ada banyak hal yang perlu dikerjakan, mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) dan juga harus memperhatikan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) agar kita benar-benar siap untuk pembangunan berskala besar. (eri)

Artikel ini telah dibaca 337 kali

Baca Lainnya
x