News

Sabtu, 6 Juni 2020 - 10:34 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Rob, di permukiman warga Marpokot. (Foto: Yohanes Mondo)

Rob, di permukiman warga Marpokot. (Foto: Yohanes Mondo)

Rob, Menggenangi Permukiman Warga Marpokot

Mbay, floreseditorial.com – Sejak beberapa hari ini, abrasi menerjang Pantai Utara Marpokot, menyebabkan puluhan rumah penduduk di RT 02, Dusun 01, Desa Marpokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo terendam air laut, setinggi sekitar tiga puluh sentimeter.

Ketua RT 02, Desa Marpokot, Iwan Setiawan, Sabtu (6/6/2020) mengatakan, naiknya permukaan air laut atau rob, terjadi akibat gelombang tinggi yang menyebabkan jebolnya tanggul penahan abrasi di sepanjang pantai itu. Kejadian abrasi di sepanjang pantai tersebut, sudah menjadi langganan setiap tahun bagi warga setempat.

Iwan menuturkan, peristiwa abrasi pantai telah berlangsung lama dan terjadi setiap tahun, terutama pada musim pancaroba. Warga yang berdomisili di pesisir pantai, selalu dihantui oleh peristiwa alam ini.

“Warga selalu resah jika gelombang pasang dan terjadi rob,” ujarnya.

Ia menjelaskan, abrasi biasanya berlangsung pada bulan Juni sampai juli, setiap tahun. Ia mengharapkan perhatian pemerintah untuk menanggulangi bencana alam ini, dengan membangun tanggul pengaman di sepanjang pantai tersebut. Setiap kali terjadi abrasi, sebagian warga terpaksa mengungsi ke tetangga atau mencari tempat yang lebih aman. (mon)

Artikel ini telah dibaca 380 kali

Baca Lainnya
x