Ekonomi News

Jumat, 5 Juni 2020 - 14:13 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Demonstrasi pedagang Pasar Tingkat Maumere. (Foto: Yeremias Y.S)

Demonstrasi pedagang Pasar Tingkat Maumere. (Foto: Yeremias Y.S)

Pedagang Pasar Tingkat Maumere, Tolak Pembangunan Mall

Maumere, floreseditorial.com – Ratusan pedagang Pasar Tingkat Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur menolak rencana pemeritah setempat membangun mall di fasilitas pasar itu. Alasannya, pembangunan fasilitas itu membawa kerugian besar bagi para pedagang. Pembangunan mall boleh dilakukan asalkan di tempat baru, sesuai kebutuhannya.

Keberatan itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Pengguna Pasar Maumere, Marianus Krisensius, kepada wartawan usai dengar pendapat bersama DPRD Kabupaten Sikka, Jumat (5/6/2020). Kedatangan mereka atas undangan DPRD Sikka, yang akan membahas rencana pembangunan mall di Pasar Tingkat Maumere, bersama Bupati, DPRD Sikka dan pihak investor pengerjaan mall, PT. Yasoonius Komunikatama Indonesia (YKI).

Menurut Marianus Krisensius, pembangunan mall di pasar tingkat itu, membawa kerugian besar bagi para pedagang. Yang diuntungkan dari fasilitas itu justru pemilik modal. Padahal, fasilitas pasar tingkat yang ada itu menjawabi kebutuhan pedagang sekaligus bagian dari pemberdayaan warga lokal. Apalagi, lanjutnya, bersamaan pembangunan mall itu, akan terjadi relokasi yang berdampak pada persediaan stok pangan bagi pelaku pasar.

Dia menjelaskan, sejauh ini pelaku pasar mengandalkan Pasar Tingkat Maumere sebagai sumber pendapatan, untuk membiayai kehidupan sehar-hari, biaya pendidikan anak dan cicilan bank atau koperasi. Kecuali itu, mall dapat dibangun di lokasi baru sesuai tingkat kelayakannya. Pelaku pasar menolak keras jika membangun fasilitas baru, justru mengorbankan fasilitas yang sudah ada dan pelaku pasar yang sudah menjadikan tempat itu sumber kehidupannya.

Ketua Forum Komunikasi Pengguna Pasar Maumere, Marianus Krisensius. (Foto: Yeremias Y.S)

“Kami setuju bangun mall di Kabupaten Sikka, tetapi bukan di lokasi Pasar Tingkat Maumere yang sudah ada itu. Silahkan bangun di lokasi baru, sesuai kelayakannya,” beber Krisensius.

Yang disesalkan, demikian Krisensius, sampai hari ini belum ada sosialisasi dari pihak Pemda Sikka terkait rencana pembangunan mall di Pasar Tingkat Maumere itu. Adanya rencana tersebut, katanya, justru diketahui lewat media massa. Karena itu, Forum Komunikasi Pengguna Pasar Tingkat Maumere menolak pembangunan mall di pasar itu.

Sampai berita ini diturunkan, masih terjadi rapat DPRD Kabupaten Sikka bersama Bupati Sikka, PT. YKI dan perwakilan dari Forum Komunikasi Pengguna Pasar Maumere. (eri)

Artikel ini telah dibaca 650 kali

Baca Lainnya
x