Sosial

Rabu, 3 Juni 2020 - 13:27 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Komunitas DLR NL SPEED Lembata pose bersama sebelum pembagian sembako bagi warga terdampak covid-19, Rabu (3/6/2020). (Foto: Ben Kia Assan)

Komunitas DLR NL SPEED Lembata pose bersama sebelum pembagian sembako bagi warga terdampak covid-19, Rabu (3/6/2020). (Foto: Ben Kia Assan)

Komunitas DLR NL SPEED Bantu Warga Terdampak Corona

Lewoleba, floreseditorial.com – Demi merespon kesulitan ekonomi yang dihadapi warga Lembata akibat pandemi virus corona, komunitas otomotif DLR NL SPEED Lembata berbagi kasih dengan warga terdampak covid-19. Komunitas menggalang dukungan sukarela dari anggota yang berjumlah 59 orang. Termasuk anggota yang berada di luar Lembata seperti di Papua.

Kegiatan penggalangan dana dilakukan oleh anggota komunitas otomotif berupa sumbangan dana sukarela dari para anggota, dengan mengkonversinya dalam bentuk sembako untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Komunitas otomotif yang sering berkumpul di Bengkel Motor NL SPEED, Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah tersebut, membagikan puluhan paket sembako kepada warga terdampak covid-19.

Bantuan yang disumbangkan oleh komunitas otomotif ini, lebih menyasar bagi warga yang tidak mendapatkan jatah Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Ipang, seorang anggota DLR NL SPEED mengatakan, bantuan didasarkan pada hasil survey yang telah dilakukan sebelumnya.

“Beberapa hari ini kami lakukan pendataan. Kami cek warga mulai dari kondisi rumahnya dan bertanya kepada mereka, apakah mereka menerima bantuan pemerintah atau tidak? Yang tidak dapat bantuan, mereka itu yang kami prioritaskan untuk menerima bantuan,” jelasnya.

Komunitas DLR NL SPEED membagikan sebanyak 33 paket bantuan kepada warga yang tersebar di beberapa kelurahan, seperti di Kelurahan Lewoleba Timur, Kelurahan Lewoleba Barat dan Lewoleba Utara. Masing-masing warga menerima paket bantuan berupa 8 kg beras, 1 liter minyak goreng, 15 butir telur dan 10 bungkus mie instan.

Sementara itu, Koordinator Komunitas DLR NL SPEED, Marianus Bage Mali menuturkan, ide awal penggalangan dana dan pembagian sembako bermula dari tempat anak-anak muda tersebut biasa berkumpul sambil berdiskusi.

“Ide awal muncul, waktu kami sedang duduk nongkrong sambil minum tuak bersama teman-teman. Teman-teman bilang, daripada uang untuk beli tuak, lebih baik kita pakai untuk bantu orang. Awalnya kita ingin beli masker, tetapi karena pesan masker harus jauh, sehingga kami sepakat untuk beli sembako saja,” tutur Marianus.

Ayah tiga anak ini menambahkan, jumlah anggota komunitas memang banyak, namun sebagian berada di luar Lembata, sebagian masih kuliah atau bekerja di beberapa tempat seperti Papua dan sebagian lainnya bertugas di kepolisian dan TNI. Meskipun berada di luar Lembata, namun Ia mengaku mereka tetap kompak dan bersedia secara sukarela menyumbangkan bantuan untuk warga terdampak corona.

Ia mengajak anak muda Lembata agar berkontribusi membantu sesama yang sedang berada dalam kesulitan ekonomi.

“Anak-anak muda harus menunjukkan bahwa Ia bisa berbuat sesuatu yang baik bagi warga dan daerahnya, dari pada hanya mabuk-mabuk atau melakukan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketentraman sesama,” pintanya seraya menyatakan, komunitas DLR NL SPEED akan mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam upaya mengatasi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. (ben)

Artikel ini telah dibaca 1405 kali

Baca Lainnya
x