News

Jumat, 22 Mei 2020 - 17:50 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Masker hasil pelatihan BOPLBF. (Foto: Ist)

Masker hasil pelatihan BOPLBF. (Foto: Ist)

BOPLBF Produksi 7000 Masker

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menggelar pelatihan pembuatan masker di Labuan Bajo, tanggal 16-19 Mei 2020. Pelatihan yang diikuti 40 peserta asal Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat itu berlangsung melalaui media online. Dari pelatihan tersebut para peserta menghasilkan 7000 masker. Kepada peserta diberi biaya pengganti ongkos jahit.

Kepada media floreseditorial.com, Jumat (22/5/2020), Kepala BOPLBF, Shana Fatina, menjelaskan pelatihan berlangsung selama empat hari yang diikuti oleh 40 peserta. Mayoritas peserta berasal dari kelompok binaan Rumah Pekerti di Mabar. Pelatihan yang dipandu dua narasumber lokal berlangsung di rumah masing-masing. Tugas narasumber, terangnya, memantau peserta untuk memastikan ada hambatan atau tidak selama masa pelatihan berlangsung.

Untuk material pelatihan, jelasnya, disiapkan BOPLBF, sedangkan perkembangan atau kemajuan pekerjaan pelatihan itu dipandu melalui video tutorial telah disiapkan bersama kedua narasumber. Para peserta latihan, tidak hanya membuat masker tetapi termasuk motif dan variasi sesuai standar kebutuhan pelindung diri.

“Masker-masker yang telah diproduksi tersebut akan dibagikan kepada masayarakat di wilayah lain di sedaratan Flores, Lembata dan Bima,” katanya.

Shana Fatina menambahkan, BOPLBF akan terus mengadakan berbagai kegiatan pelatihan selama masa pandemi berlangsung. Mengingat pelatihan ini termasuk kegiatan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu sektor yang paling terimbas Covid-19, maka direncanakan pelatihan ini berlangsung hingga akhir tahun 2020.

“Kami sudah menyiapkan beberapa kegiatan pelatihan yang semuanya dilaksanakan secara online. Tugas kami memantau secara langsung dari rumah ke rumah para peserta tersebut. Ke depannya kami tetap perhatikan kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan industri kreatif dari teman-teman di Labuan Bajo,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah situasi pandemi yang tidak pasti kapan berakhir, penting menjaga produktivitas masyarakat. Hanya dengan cara itu masyarakat bisa memanfaatkan peluang agar semakin produktif dan berkreasi, sehingga ketika situasi kembali normal, masyarakat sudah bisa langsung memasarkan hasil produksi kreatifnya.

Penulis: Alfonsius Andi
Editor: Robertus Perkasa

Artikel ini telah dibaca 854 kali

Baca Lainnya
x