News

Kamis, 21 Mei 2020 - 13:30 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Foto: Ilustrasi (net)

Foto: Ilustrasi (net)

Warga Pertanyakan Total Dana Bantuan Perumahan

Floreseditorial.com, Reok – Warga penerima bantuan perumahan di Desa Rura, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai pertanyakan total dana bantuan perumahan yang mereka terima. Pasalnya anggaran bantuan perumahan yang bersumber dari dana desa tersebut, tidak sesuai dengan total anggaran yang mereka terima. Karena itu, warga penerima bantuan meminta kejelasan pengelolaannya berdasarkan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Warga sasaran penerima bantuan menyampaikan keluhan itu kepada floreseditorial.com, Minggu (17/5/2020) dan Senin (18/5/2020). Mereka menyampaikan hal itu agar mendapat kepastian total anggaran untuk bantuan perumahan itu.

Warga sasaran yang mengaku dari Desa Rura itu menyebutkan, sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB) Tahun 2019, bidang pemberdayaan masyarakat diuraikan material bantuan perumahan yaitu; belanja modal berupa semen 25 sak @Rp 75.822, total belanja Rp 1.895.550. Zink 30 lembar @Rp 68.000, total belanja Rp 2.040.000. Paku campuran ukuran 5-7 mm, sebanyak 2 kg @Rp 25.000, total belanja Rp 50.000. Besi beton polos 10 mm, sebanyak 10 batang @Rp 98.167, total belanja Rp 981.670. Besi beton polos 6 meter, berjumlah 4 batang @Rp 40.455, total belanja Rp 161.820. Pasir pasang 6 meter kubik @Rp 310.091, total belanja Rp 1.860.546. Batako sebanyak 1000 buah @Rp 3.000, total belanja Rp 3.000.000. Paku zink 1 kg @Rp 43.000, total belanja Rp 43.000. Total keseluruhan anggaran bantuan untuk satu unit rumah bantuan Rp 10.032.586.

RAB Bantuan Perumahan T.A 2019 (Foto: dok.ist)

Namun bantuan riil yang diterima warga sasaran berupa semen 25 sak, pasir dua reit, batako 800 buah, paku diuangkan sebesar Rp 100.000 dan uang tunai termasuk uang beli paku Rp 3.100.000. Karena itu, pinta mereka, pengelola perlu menjelaskan secara transparan bantuan perumahan itu sesuai item kegiatan yang termuat dalam RAB.

Ancam Wartawan

Dihubungi via telepon, Kamis (21/5/2020), Kepala Desa Rura, Albertus Sulfus, enggan memberi komentar ketika floreseditorial.com mengkonfirmasi tentang keluhan tersebut. Pihaknya bersedia memberi keterangan apabila floreseditorial.com menjelaskan identitas penerima bantuan perumahan yang mengadukan hal itu. Namun wartawan tidak bersedia membocorkan identitas narasumber yang telah mengadukan hal itu. Wartawan beralasan, sesuai Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 wartawan wajib memberi perlindungan atau merahasiakan identitas narasumber, apabila narasumber tersebut menginginkan hal itu.

Penjelasan tersebut tidak digubris sang kades. Kades Rura tetap ngotot agar wartawan harus memberitahukan identitas narasumber berita. Pihaknya membocorkan bahwa ada 12 KK warga yang berbatasan dengan Mahima.

“Ada 12,” katanya dengan suara keras. Akibat para pihak mempertahankan argumentasi masing-masing, maka wartawan tidak mendapat informasi yang lengkap dari sang kades. Bahkan sang kades mengancam mencari wartawan yang merahasikan narasumber berita.

“Kau di mana sekarang, besok saya kejar kau,” tegas kades dari balik teleponnya.

* (Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 1338 kali

Baca Lainnya
x