News

Rabu, 13 Mei 2020 - 10:57 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Manggarai Barat, Selasa (12/5/2020) melakukan rapid test tahap kedua terhadap 23 orang yang kontak erat dengan pasien 1 dan 2, di Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Foto:Louis Mindjo)

Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Manggarai Barat, Selasa (12/5/2020) melakukan rapid test tahap kedua terhadap 23 orang yang kontak erat dengan pasien 1 dan 2, di Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Foto:Louis Mindjo)

Tiga Orang Positif Rapid Tes Covid-19

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Manggarai Barat, Selasa (12/5/2020) melakukan rapid test tahap kedua terhadap 23 orang yang kontak erat dengan pasien 1 dan 2, di Puskesmas Wae Nakeng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.

Dari hasil tes tersebut, 3 orang dinyatakan positif dan 20 orang lainnya negative. Demikian Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Paskalina Kusumawati di Media center covid-19 Manggarai Barat.

Dikatakan, hubungan dan riwayat kontak pada hasil rapid test positif merupakan orang yang berkontak erat dengan pasien 01 berjumlah 1 orang yaitu menantunya dengan riwayat kontak saat pergi bertamu ke rumah pasien 01, sedangkan kontak erat dengan pasien 02 sebanyak 2 orang yg positif yaitu istri dan anak kandung pasien 02.

“Hasil rapid test tahap kedua ini, jumlah positif rapid test atau reaktif dari kontak pasien 01 dan 02 sebanyak 6 orang,” ujarnya.

Sesuai ketentuan, rapid test dilakukan sebanyak dua kali. Untuk tahap pertama sudah dilakukan pada tanggal 2 Mei lalu sedangkan rapid test tahap kedua dilakukan 10 hari kemudian.

Ia menjelaskan jika jika rapid test pertama dinyatakan positif maka dilanjutkan dengan pengambilan SWAB untuk ditest dengan metode RT PCR, jika negatif maka dilanjutkan dengan rapid test kedua. Jika positif pada rapid test kedua, maka diambil swab. Jika negatif maka dia dinyatakan sehat atau tidak ada virus dalam tubuhnya.

Dia berharap tidak ada lagi penambahan orang dengan hasil rapid test positif untuk rapid test besok dan seterusnya.

Untuk diketahui rapid test hanya alat screening untuk memisahkan mana yg beresiko dan mana yang tidak beresiko. Jika hasilnya reaktif maka dalam tubuhnya ada virus.

Untuk memastikan orang tersebut positif COVID-19, akan dilanjutkan dengan pengambilan sampel SWAB untuk diperiksa dengan metode PCR.

Ia juga menegaskan bahwa yang perlu kita lakukan secara masal dan masif saat ini adalah edukasi kepada masyarakat, agar tetap di rumah atau keluar rumah tapi hanya untuk urusan penting misanya belanja di pasar, ke kebun untuk petani atau urus ternak.

Ia menghimbau masyarakat untuk menunda urusan keluarga seperti acara adat. Dan yang tidak kalah penting yakni pasien tidak boleh dibully baik langsung maupun melalui media sosial.

Sedangkan mereka yang melakukan perjalanan terutama dari zona merah agar wajib isolasi mandiri selama 14 hari, jaga jarak dan kurangi berinteraksi dengan orang lain.

Penulis : Louis Minjo
Editor : Robert Perkasa

Artikel ini telah dibaca 909 kali

Baca Lainnya
x