News

Minggu, 10 Mei 2020 - 13:48 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Enam Arwah Masuk Daftar Penerima Bantuan Kemensos RI

Floresedirorial.com, Labuan Bajo – Entah kebetulan atau kecelakaan pendataan, tetapi sedikitnya terdapat enam orang arwah yang masuk dalam daftar calon penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI.

Nama-nama “penghuni kuburan” itu terkuak ketika PT. Pos Indonesia membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial RI, Sabtu (9/5/2020). Padahal, masih banyak warga yang mengalami ampak pandemi corona yang seharusnya layak menerima bantuan itu justru tidak diakomodir. Yang memprihatinkan lagi adalah mereka yang telah terdaftar dan sudah hadir di lokasi pembagian bantuan, dibatalkan hanya karena belum mengurus Kartu Keluarga (KK) , berstatus PNS dan perangkat desa.

Data yang diperoleh Floreseditorial.com, Minggu (10/5/2020), di Dusun Roang, Desa Golo Pongkor, Kecamatan Komodo, dari 81 KK yang terdata menerima BST, hanya 77 KK yang dinyatakan layak menerima BST tersebut, sedangkan empat KK termasuk dua penghuni kuburan yakni , Tadius Taruk dan Hubertus Gatam dibatalkan.

Dikonfirmasi per telephon, Minggu (10/5/2020), Kepala Desa Golo Pongkor, Bonefasius Sardi menerangkan, kedua almarhum tidak mempunyai ahli waris sehingga dibatalkan.

“Almarhum Tadius Taruk dan Hubertus Gatam dibatalkan karena tidak ada ahli waris. Satu orang sudah pindah ke desa lain dan satu orang lainnya lagi sudah tanggungan keluarga PKH,” terang Kades Bonefasius.

Di Dusun III Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Adelia M dan Hajam yang sudah lama meninggal dunia, juga terdata sebagai penerima BST dari Kemensos RI. Sebaliknya, Frans Laman (80) warga di dusun yang sama tercatat sebagai penerima BST Kemensos, terpaksa dibatalkan karena belum mengurus Kartu Keluarga (KK). Masih di Dusun III Wae Mata. Frsa Gorontalo, seorang warga yang berstatus PNS menerima BST Kemensos RI karena namanya tercantum sebagai peserta penerima.

Hal serupa ditemukan di Dusun Watu Langkas, Desa Nggorang, Kecamatan Komodo. Dua warga yang berstatus arwah, Elisabeth Nalom dan Victoria Nahul, terdata sebagai penerima BST Kemensos.

Di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Sabtu (9/5/2020), dari 57 KK calon penerima, hanya 49 KK saja yang layak menerima BST Kemensos tersebut. Sedangkan delapan KK lainnya dibatalkan karena tidak memenuhi persyaratan.

Dikonfirmasi melalui handphone seluler, Sabtu malam (9/5/2020), Kepala Desa Tondong Belang, Fransislus Saverius Vedi menjelaskan, kedelapan KK yang dibatalkan itu ada yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil dan perangkat desa. Satu calon penerima lainnya bukan lagi warga Desa Tondong Belang karena sudah menikah dan menetap di Kecamatan Lembor.

“Data calon penerima BST ini tidak akurat karena tanpa konfirmasi dengan kami selaku pemerintah desa yang tahu persis kondisi warga di desa. Pembagian bantuan ini juga tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Terpisah, seorang warga Dusun Watu Langkas, Sil Joni, kepada Floreseditorial.com, Minggu (10/5/2020) mengatakan, seharusnya sebelum menyalurkan bantuan kepada warga, berkoordinasi dengan staf desa untuk memastikan kevalidan data rujukan saat pembagian.

“Saya pikir, data lama yang dipegang Dinas Sosial. Seharusnya data itu perlu diperbaharui dan dicek kebenarannya. Selain itu, kriteria teknis nan akurat soal siapa yang berhak menerima bantuan itu harus dijelaskan secara transparan”, pintanya.* (Robert Perkasa)

Artikel ini telah dibaca 3070 kali

Baca Lainnya
x