Sosial

Selasa, 5 Mei 2020 - 05:49 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Chelse Islan saat berada di kabupaten Manggarai barat beberapa tahun silam (Foto:Dok.FEC Media)

Chelse Islan saat berada di kabupaten Manggarai barat beberapa tahun silam (Foto:Dok.FEC Media)

Chelsea Islan Bantu Paket Belajar 2.000 Siswa SD Kelas Satu

Floreseditorial.com, Labuan Bajo- Artis kenamaan Indonesia, Chelse Islan. Siapa yang tak kenal? Seantero Nusantara ini pasti mengenalnya. Betapa tidak. Parasnya cantik. Postur tubuh simetris. Pokoknya komplitlah. Tidak hanya cantik, seabrek prestasi di bidang seni pentas sudah ia raihnya. Antara paras nan cantik dan prestasi yang diukirnya mempresentasekan eksistensinya, Selasa (05/05).

Tidak itu saja, kepedulian terhadap masyarakat kecil tak terbilang. Terutama di bidang pendidikan. Kepedulian itu sudah ia buktikan. Spiritualitas yang mumpuni, intuisi religius yang dalam membuat hatinya selalu tergerak dan tangan terulur. Menyapa yang papah, menjemput yang lemah. Itulah kira-kira yang membuat, Chelse sapaan manisnya, menyambut baik gagasan Taman Bacaan Pelangi ini.

Chelse pun berinisiatif menggalang dana agar ribuan anak-anak di Indonesia Timur tetap dapat belajar sebgaimana seharusnya. “Beberapa kesempatan saya ke daerah terpencil di Flores maupun Papua. Saya melihat sendiri betapa infrastruktur di daerah-daerah tersebut sangat terbatas. Saya merasa prihatin akan nasib anak-anak di pelosok, karena tentunya, mereka akan semakin tertinggal di bidang pendidikan dengan adanya wabah covid-19 ini,” imbuhnya datar.

Menurutnya, dampak virus corona (covid-19) tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pendidikan. Seluruh sekolah di Indonesia terpaksa tutup sehingga jutaan anak di Indonesia tidak dapat belajar dengan baik. Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Chelsea Islan bersama Taman Bacaan Pelangi menggalang dana untuk membantu ribuan anak-anak di Indonesia Timur agar mereka tetap dapat belajar di tengah wabah covid-19.

Di saat sekolah tutup, demikain Chelse, teknologi dan internet menjadi salah satu solusi agar kegiatan belajar-mengajar tetap bisa dilakukan. Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) total pengguna internet tahun 2018 sebesar 171,17 juta. Versi Badan Pusat Statistik, tahun 2018, mencapai 264,16 juta. Artinya pengguna internet mencapai 64.8% dari total penduduk Indonesia. Dari 64.8% ini, pengguna internet paling banyak adalah di Pulau Jawa (55%). Selebihnya adalah di Sumatera (21%), Sulawesi (10%), Maluku (10%), Papua (10%), Kalimantan (9%), Bali (5%) dan Nusa Tenggara (5%).

Dari data tersebut terlihat jelas bahwa masih ada 35,2% dari penduduk Indonesia yang belum menggunakan internet, sebanyak 92,98 juta orang. Daerah-daerah di lndonesia Timur pun masih banyak yang tidak terjangkau akses internet. Dari data di atas hanya tertinggi 10% di Papua, Maluku, dan Sulawesi. Sementara di Nusa Tenggara hanya 5% memiliki akses dari total jumlah penduduk.

Bangun Perpustakaan Sekolah

Nila Tanzil, Founder Taman Bacaan Pelangi, mengatakan, selama sepuluh tahun terakhir, Taman Bacaan Pelangi bekerja di daerah-daerah terpencil di Indonesia Timur mendirikan perpustakaan-perpustakaan sekolah. Sebab banyak wilayah-wilayah tidak terjangkau sinyal handphone maupun listrik. Di saat anak-anak di kota besar masih bisa belajar menggunakan akses internet, melalui zoom atau pun mengakses website/aplikasi pendidikan dan menonton program pendidikan di TVRI, anak-anak di daerah pelosok di Indonesia Timur tidak dapat menikmati fasilitas seperti itu.

“Untuk itu Taman Bacaan Pelangi berinisiatif memberikan paket-paket belajar untuk anak-anak yang tinggal di daerah terpencil di Indonesia Timur. Kami mengajak Chelsea Islan untuk ikut dalam upaya baik ini”kata Nila.

Laporan: Louis Mindjo

Artikel ini telah dibaca 370 kali

Baca Lainnya
x