Nasional

Sabtu, 2 Mei 2020 - 08:07 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Persiapan Rapid Test Keluarga dari salah satu pasien positif Covid-19 di Puskesmas Labuan Bajo (Foto: Louis Mindjo)

Persiapan Rapid Test Keluarga dari salah satu pasien positif Covid-19 di Puskesmas Labuan Bajo (Foto: Louis Mindjo)

Dinkes Mabar Endus 115 Orang Klaster Magetan

Floreseditorial, com. Labuan Bajo – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat mengendus keberadaan 115 orang warga setempat asal klaster Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Waras, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Keberadaan rombongan klaster ini, secara bertahap masuk Manggarai Barat sejak Selasa (14/4/2020). Penelusuran awal telah berhasil diidentifikasi 17 orang dari 34 peserta klaster pertama.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mabar, Paulus Mami, S.KM menyampaikan hal itu menjawab Floreseditorial.com saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (2/5/2020) siang

Dia menjelaskan, untuk menelusuri rombongan siswa/i pasantren ini, Dinkes Mabar berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Selanjutnya menelisik data valid sekaligus tracing keberadaan para santri di wilayah msing-masing.

Berdasarkan data yang diperoleh, terangnya, dari 115 anggota rombongan sebanyak 34 orang yang berhasil diidentifikasi dan dilanjutkan dengan rapid test. Hasilnya satu orang dinyatakan reaktif, dan 33 orang lainnya dinyatakan negatif.

“Data semula kami berhasil temui 17 santri. Tetapi yang lain proaktif datang sehingga jumlahnya menjadi 34 orang. Semua mereka langsung di rapid test. Satu diantaranya disimpulkan kategori reaktif. Yang bersangkutan mengaku, beberapa waktu lalu pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan tim medis dan keluarga santri, untuk sementara menjalani karantina mandiri di rumah. Hal itu berdasarkan pertimbangan yang bersangkutan masih di bawah umur.

Pihak keluarga menyatakan sanggup membimbing, namun secara protap dinas kesehatan setempat tetap pantau perkembangannya.

Diharapkan imun tubuhnya kuat sehingga tidak mudah digerogoti virus itu. Meski demikian santri reaktif yang menjalani karantina mandiri tetap mengikuti tes swab.

Laporan: Louis Mindjo

Editor: Yuliana

Artikel ini telah dibaca 1639 kali

Baca Lainnya
x