News

Sabtu, 2 Mei 2020 - 17:43 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Eliaser Yentji Sunur, ST

Eliaser Yentji Sunur, ST

20 Menit Versus 12 kali Kata Jujur Versi Bupati Lembata

Floreseditorial.com, Lewoleba – Hanya dalam durasi sekitar 20 menit, Bupati Lembata, Eliazar Yentji Sunur mengulang kata jujur sebanyak 12 kali. Ia bicara kejujuran soal covid 19. Bagi pengamat politik, ini adalah wujud tanggung jawabnya sebagai pemimpin melindungi wilayah dan rakyatnya dari bahaya penyebaran virus corona.

Dalam konferensi pers di kediamannya, area Kuma Resort Waijarang Lembata, Jumad (1/5/2020), Bupati Sunur terus mengulang kata jujur. Ini adalah himbauan tegas politisi Partai Golkar tersebut bagi masyarakat yang dipimpinnya terkait pencegahan pandemi covid 19.

Awak media ini mencatat, Yance Sunur mengulang kata jujur sebanyak 12 kali. Ketika tanya jawab bersama wartawan berlangsung selama 20 menit.

Mula-mula Sunur mengharapkan kejujuran salah satu warga Lembata yang kini disebut P8 pasca dinyatakan reaktif rapid test dalam menceritakan riwayat perjalanan dan riwayat kontak sosialnya. Kejujuran P8, akan sangat membantu pemerintah, khususnya Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid 19 untuk melakukan penelusuran riwayat kontak demi mengambil langkah pencegahan.

Ketua Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Lembata ini juga beberapa kali menekankan kejujuran masyarakat Lembata. Pada bagian kedua ini, beliau minta masyarakat jujur melaporkan riwayat konyak fisik dan interaksi, baik dengan warga yang menjalani karantina maupun isolasi di fasilitas kesehatan.

Urusan soal kejujuran kembali ditekankan politisi Partai Golkar ini, terkait distribusi berbagai bantuan dan perlengkapan pencegahan covid 19.

” Yah..misalnya soal itu(masker, red) biasanya agak sulit untuk pengawasan. Jadi masyarakat harus jujur. Kalau sudah dapat satu atau dua yah sudahlah. Biar yang lain bisa dapat. Harus jujurlah. Pemerintah khan tidak bisa jangkau semua. Intinya semua harus jujur”, himbau Sunur.

Kejujuran terakhir ini disampaikan terkait maraknya pembagian masker secara gratis kepada masyarakat oleh berbagai kalangan yang belum merata. Penelusuran awak media ini menemukan ada warga yang memperoleh masker secara gratis hingga lima unit. Salah satunya adalah SL, warga Desa Pada, Kecamatan Nubatukan. Perempuan yang hidup sendiri ini memperoleh empat masker dari empat donatur berbeda. Demikian juga PL yang memiliki lima unit masker. Semuanya diperoleh gratis. Di sisi lain, AW warga Kecamatan Nagawutung malah belum pernah gunakan masker sesuai standar kesehatan mencegah covid 19. Padahal AW adalah linmas yang sering bertugas di pos pintu masuk desanya.

Sikap Bupati Lembata yang berulang kali menghimbau masyarakat untuk jujur dipandang sebagai ekspresi besarnya tanggung jawab, oleh pengamat politik dari FISIP Unwira Kupang, Mikael Rajamuda Bataona.

“Saya kira pernyataan bupati adalah ekspresi tanggung jawab besar seorang pemimpin melindungi daerahnya dari bahaya penyebaran covid. Bupati punya tanggung jawab moral yang sangat besar sebagai top leader di Lembata. Terlepas dari urusan politik yang akan selalu ada pro dan oposisi terhadapnya, saya kira dalam situasi pandemi, semua pihak di Lembata wajib mematuhi himbauan Bupati. Karena dalam hiruk pikuk pandemi ini kebebasan setiap orang adalah sekaligus ancaman bagi nyawa orang lain. Jadi bupati sudah benar menegaskan soal aspek moral warga Lembata yaitu soal kejujuran, ” terang Rajamuda.

Bagi pengajar Komunikasi Politik ini, himbauan soal kejujuran yang disampaikan bupati berulang-ulang hingga 12 kali bukan sesuatu yang berlebihan. Itu adalah manifestasi dari kedaulatan seorang pemimpin.

” Dalam perspektif politik, seseorang hanya bisa disebut pemimpin, jika dia mampu memutuskan sesuatu dalam keadaan darurat. Kemampuannya mengeluarkan keputusan itulah yang menegaskan kepemimpinannya. Nah, permintaan Bupati YS sebanyak 12 kali kepada masyarakat agar mereka harus jujur adalah sebuah manifestasi dari hal tersebut. Yaitu kedaulatannya sebagai pemimpin. Dia memaklumatkan bahwa aspek paling mendesak saat ini adalah sikap jujur warganya. ” tambah Bataona.

Laporan : Benediktus Kia Assan
Editor : Kanis Lina Bana

Artikel ini telah dibaca 748 kali

Baca Lainnya
x