News

Jumat, 1 Mei 2020 - 07:22 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Satu Peserta Ijtimak Reaktif Covid-19, Warga Lembata Diminta Proaktif Melapor

Floreseditorial.com, Lembata – AM, salah seorang dari empat peserta Ijtimak setelah menjalani rapid test dinyatakan reaktif covid-19. Karena itu Pemerintah Kabupaten Lembata himbau masyarakat kooperatif memberi laporan jika memiliki kontak langsung dengan oknum peserta kegiatan Ijtimak Dunia Zona Asia tahun 2020 asal Lembata pasca kepulangan mereka dari Gowa-Sulawesi Selatan, Maret 2020 lalu.

“Tadi malam (30/04, red) tim kesehatan sudah jemput keempat peserta Ijtimak untuk lakukan rapid test. Dan satu diantaranya, AM dinyatakan reaktif (covid-19, red). Jadi sekarang tim juga sudah urus istri dan anaknya untuk jalani rapid test. Sementara itu tim juga mulai identifikasi riwayat kontak warga dengan AM, sejak kembali ke Lembata pada akhir Maret. Nah, kita juga himbau masyarakat yang merasa punya riwayat kontak dengan yang bersangkutan, untuk melapor ke gugus tugas. ” jelas Kepala Karantina dan Isolasi Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19, Apol Mayan, Jumat (1/5/20200).

Apol yang dihubungi floreseditorial.com via telepon seluler, menjelaskan, menjejaki riwayat kontak AM tidak bisa mengandalkan informasi dari AM semata. Sebab, diduga yang bersangkutan sejak jalani rapid test dan dinyatakan reaktif covid-19, diduga sedikit mengalami goncangan psikologis.

Rapid Test bagi AM dan tiga rekannya, dilakukan menyusul diumumkannya sembilan warga NTT yang telah diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT dinyatakan positif covid-19. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya berasal dari klaster Gowa, dan diduga mengikuti kegiatan yang sama dengan empat warga Lembata Ijtimak Dunia Zona Asia 2020.

“Kita harapkan kerja sama dari masyarakat. Kita tidak bisa tunggu saja info dari yang bersangkutan soal riwayat kontaknya. Sepertinya beliau agak sedikit tergoncang setelah rapid test. Jadi biar beliau fokus di ruang isolasi rumah sakit” tambah Apol.

Belum Berlakukan Karantina Terpusat

AM dan 3 rekannya adalah pelaku perjalanan yang kembali ke Lembata akhir Maret 2020, dari hajatan Ijtimak Dunia Zona Asia 2020. Tiba di Lembata, AM cs, langsung diperiksa dan menjalani karantina mandiri.

Menurut Apol Mayan, saat AM dan teman-temannya tiba di Lembata akhir Maret 2020 silam, pemerintah belum mengoperasikan Rumah Karantina.

“Saat mereka (AM cs, red) kembali dari Gowa, kita belum operasikan rumah karantina. Makanya mereka hanya karantina mandiri namun tetap dalam pengawasan tim kesehatan, ” jelas Apol.

AM mengakhiri masa karantina mandirinya sekitar tanggal 15 April 2020, persis pada saat Lembata memberlakukan karantina terpusat di Puskesmas Lewoleba-Desa Pada, Kecamatan Nubatukan.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti, bagaimana kontak sosial AM, warga Kelurahan Lewoleba Timur tersebut dengan keluarga dan warga sekitar selama karantina mandiri maupun pasca 15 April 2020. Yang pasti, sudah 15 hari AM berstatus “bebas status karantina” hingga 30 April 2020, saat tim kesehatan menyatakan dirinya reaktif covid-19 versi rapid test.

Laporan : Benediktus Kia Assan
Editor : Kanis Lina Bana

Artikel ini telah dibaca 9047 kali

Baca Lainnya
x