News

Jumat, 1 Mei 2020 - 16:14 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Eliaser Yentji Sunur, ST

Eliaser Yentji Sunur, ST

Bupati Lembata: “Saya Kesal Karena Tidak Jujur”

Floreseditorial,com. Lembata – Bupati Lembata, Eliazar Yentji Sunur menyatakan kekesalannya atas ketidakjujuran salah seorang pelaku perjalanan yang kini berstatus reaktif versi rapid test tim kesehatan Gugus Tugas Percepatan Covid 19 Kabupaten Lembata.

“Kita sudah tahu tempatnya. Sekarang tinggal trekking dia dengan siapa saja. Kalau dia berjamaah, itu dengan siapa saja. Dia juga harus jujur. Katakan jujur. Karena selama ini dia karantina di rumah tanpa sepengetahuan kita ini. Dia tidak sampaikan ke masyarakat, ke pemerintah juga sehingga kita tidak tahu bahwa dia baru pulang dari mana. Malahan ikut rapat juga sama-sama.” tegas Bupati Lembata dalam konferensi pers di kediamannya, Kuma Resort-Waijarang Lembata, Jumad, (1/5/2020).
.
Bagi bupati yang akrab disapa Yance Sunur, ketidakjujuran P8 (sebutan untuk pelaku perjalanan yang ikut rapid test dan dinyatakan sebagai reaktif rapid test atau suspect, Red) kini membuat banyak orang merasa tidak aman.

“Kondisi kita masih amanlah. Dari aspek pencegahan memang sudah bagus di Lembata ini. Namun karena orang karena tidak jujur menyampaikan buat kita panik. Coba dari awal dia omong kan pasti sudah selesai. Atas ketidakjujuran dialah ikut membuat orang lain jadi tidak aman” tambah Bupati Yance.


Selain P8, pemerintah juga telah melakukan rapid test bagi tiga temannya yang sama-sama mengikuti acara ijtimak di Gowa dan kembali ke Lembata akhir Maret 2020 silam.

Sebelumnya, floreseditorial.com memberitakan, P8 dan ketiga rekannya dijemput dari kediamannya masing-masing untuk menjalani rapid test, 30/04. Rapid test atas keempatnya dilakukan menyusul perubahan status NTT kembali ke zona merah, lantaran 9 warganya dinyatakan positif covid 19, termasuk dua rekan P8 asalm Manggarai Barat. Mereka sama-sama menjadi peserta Ijtima Dunia Zona Asia 2020.

Meski menyayangkan ketidakjujuran P8, pemerintah Lembata senantiasa membangun kepercayaan diri P8 dan mengisolasinya untuk bisa memutus mata rantai penyebaram covid 19.
Selain itu, keluarga P8 telah pula menjalani rapid test.

“Kita yakinkan dia (P8, red) untuk tetap berbesar hati. Bahwa ini belum (positif covid19, red). Dan kita harus isolasim. Keluarganya juga sudah diurus untuk rapid test” tambahnya.

P8 sempat melakukan karantina mandiri hingga pertengahan April 2020. Namun pasca lepas karantina mandiri, tidak ada yang tahu seperti apa riwayat interaksi sosial P8 dengan keluarga, teman maupun saat beribadah.

Hanya kejujuran P8 dan proaktif masyarakat yang punya riwayat kontak dengan P8, yang bisa membantu pemerintah untuk melakukan langkah pencegahan.

Laporan : Benediktus Kia Assan.
Editor : Kanis Lina Bana

Artikel ini telah dibaca 400 kali

Baca Lainnya
x