Nasional

Kamis, 23 April 2020 - 16:04 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Ketua Bidang Administrasi dan Kesekretariatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan (Foto:Louis)

Ketua Bidang Administrasi dan Kesekretariatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan (Foto:Louis)

APBD Belum Cair, Tangani Covid-19 Pakai Jasa Hutang

Floreseditorial.com – Labuan Bajo. Lantaran Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) sebesar Rp.18.29 M untuk penanganan covid 19 belum dicairkan terpaksa tim pelaksana di lapangan berhutang untuk kegiatan operasional penangan wabah virus yang mematikan itu.

Ketua Bidang Administrasi dan Kesekretariatan Posko Covid-19 Tingkat Kabupaten Manggarai Barat, Dominikus Hawan menjelaskan, Hal itu terjadi lantaran rumitnya kordinasi antar bidang tugas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Wilayah itu.

“Jadi, kita memang lebih banyak pake uang pribadi kemudian kita juga melakukan Bon untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga Kita mendorong ini karena memang Bon (Hutang,red) sudah semakin banyak”, ungkap Dominikus kepada Flores Editorial, Selasa,(23/04) petang di Posko Covid-19, Kantor Bupati Mabar.

Demikian Ia meminta, agar semua bidang dapat bekerja lebih cermat dan menyerahkan perencanaan kegiatan disertakan dengan perincian biaya berdasarkan kebutuhan untuk segera diusulkan pencairan dana.

“Tapi karena masing-masing bidang ini belum merencanakan kegiatannya sehingga jam 16:00 wita (Selasa, 23/04- red) siang hari ini saya akan undang semua gugus tugas, menindaklanjuti harapan dan arahan dari bidang akuntabilitas dan pengawasan”,ucap Dominikus,

Sebetulnya kata Ia, anggaran tersebut sudah diajukan ke sekretariat oleh masing-masing bidang beberapa minggu yang lalu akan tetapi anggaran itu tidak disertakan dengan detail rencana kerjanya.

“Kami yakin bahwa kalu cuman anggaran tanpa rencan kerja sulit sekali untuk lakukan penilaian atau uji efektivitasnya atau sulit melakukan pengawsannya. Karena itu, kita harus sepakat dulu sebentar ini rencana operasinya seperti apa”, katanya lagi,

Katakanlah untuk melakukan disinfektan itu, rencana operasinya di mana saja, butuh sumberdaya tenaga manusia berapa banyak, rencana kebutuhan bahannya juga berapa,dan waktunya dari dan sampai kapan sehingga itu bisa tercapai.

“Misalnya untuk di Bandara, kami melihat itu sudah berjalan sejak minggu ketiga bulan Maret, sejak ditetapkannya SK Bupati atau status bencana oleh Bupati tanggal 23 Maret. Saat itu kita sudah mulai melakukan pengamanan di Bandara seperti disinfektan terhadap begasi penumpang. Itu sudah dilakukann. Cuman, memasukannya ke dalam rencananya itu belum”, ungkap Kepala BPBD Mabar itu

Demikian kata Dominikus, sehingga besaran biayanya juga belum relevan dengan rencanya.

“Itu yang kita coba dorong lebih cepat ini. Nah, undangan dari ketua akuntabilitas dan pengawsan pak Kejari sendiri. Hari senin Presentasi semua rencana rencana bidang ini”,tambahnya.

“Jika sebentar ini sudah mulai dibenah terutama perencanaan pada bidang masing-masing maka, pertemuan hari senin ini tidak makan waktu karena sudah didesain memang rencan renacanya dan didiskusikan memang, sehingga pada hari senin itu tinggal papar dan kalau sudah ada koreksii itupun tidak lama untuk dikoreksi saja”,tutup Dominikus Hawan.(Louis)*

Artikel ini telah dibaca 9056 kali

Baca Lainnya
x