Hukrim

Selasa, 21 April 2020 - 10:07 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Wanita Hamil di Manggarai Timur Tewas Minum Racun Hama Padi

Floreseditorial.com, Borong – Seorang ibu muda berinisial HSI, Warga Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur tewas setelah mengakhiri hidupnya dengan mengkonsumsi cairan penyemprot hama padi pada Senin, (20/04/2020)

Kejadian naas yang menimpa wanita yang tengah hamil 4 bulan itu terjadi di rumah milik Laurensius Suma (50) yang merupakan warga Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Kejadian ini bermula saat korban bersama calon suaminya, Narsius Elan (24) pergi bertamu ke rumah milik saudaranya Agus Sunar di Kampung Pau, Desa Goreng Meni sekitar pukul 13:00 WITA.

Dalam perjalanan pulang kerumah, pasangan suami istri yang belum menikah itu dikabarkan sempat terlibat cekcok. Usai terlibat cekcok suami korban pulang ke Benteng Jawa dan meninggalkan korban seorang di dalam rumah.

Sekitar pukul 16:30 WITA, seorang warga mendengar ada suara tangisan dari dalam rumah korban.
Seketika itu pun ia langsung masuk ke dalam rumah dan saat itu ia melihat korban sedang menangis di depan pintu kamar dengan posisi badan telungkup.

Melihat kejadian tersebut, ia langsung memanggil kakak korban yang saat itu berada tak jauh dari rumah.

Melihat korban sedang telungkup di depan pintu kamar, saudara korban yang diketahui bernama Petrus Ujang langsung menggendong korban untuk dibaringkan di atas tempat tidur dan berupaya melakukan pertolongan, namun sayangnya saat itu korban sudah tidak bernyawa lagi.

dr.Mario F. Tukan, tenaga kesehatan setempat sempat melakukan pemeriksaan terhadap korban dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Informasi yang dihimpun media ini melalui kepolisian setempat, korban diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan meminum pestisida yang saat itu berada didekat tubuh Koban.

Namun demikian, petugas kesehatan setempat belum bisa memastikan hal tersebut, pasalnya harus dilakukan pengecekan sampel darah korban untuk bisa memastikan penyebab kematian korban.

Namun pihak keluarga enggan melakukan hal tersebut dan menerima kematian korban sebagai sebuah musibah.

Laporan: Andre Kornasen
Editor: Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 1536 kali

Baca Lainnya
x