Hukrim

Senin, 20 April 2020 - 11:02 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Bhabinkamtibmas se-kecamatan Ruteng bersama  jajaran kecamatan setempat membubarkan dan membongkar arena judi sabung ayam  (Foto:Adrian Juru)

Bhabinkamtibmas se-kecamatan Ruteng bersama jajaran kecamatan setempat membubarkan dan membongkar arena judi sabung ayam (Foto:Adrian Juru)

Polisi Geruduk Arena Sabung Ayam, Penjudi Melarikan Diri

Floreseditorial.com, Ruteng – Aparat Bhayangkra Pembina dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) se-kecamatan Ruteng bersama dengan jajaran kecamatan setempat membubar dan membongkar arena judi sabung ayam di Cara, Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin (20/04/2020) sekitar pukul 14:00 Wita.

Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat. Selain itu juga, membubarkan kerumuman orang banyak saat ini merupakan maklumat kapolri dalam mengatasi penyebaran wabah covid-19.

“Setibanya di lokasi, para penjudi sabung ayam sudah melarikan diri. Meski demikian, kami anggota tim yang terdiri dari bhanbinkamtibmas, Polres Manggarai bersama Camat Ruteng tetap ambil tindakan, terutama membubarkan kerumunan warga yang masih berada di sekitar lokasi sabung ayam, terkait covid 19,” terang Brigpol Frans X. N. Janggur, usai melaksanakan kegiatan itu.

Kata dia, polisi tidak berhasil menangkap para pelaku perjudian sabung ayam karena bubar sebelum polisi tiba di lokasi.

“Kami sampai di lokasi mereka (penjudi sabung ayam) sudah lari. Satuan Samapta tiba di lokasi setelah kami dari teman-teman Bhabinkamtibmas sudah membongkar arena sabung ayam,” imbuhnya.

Senada disampaikan Camat Ruteng Paulus Tanggur saat dikonfirmasi media ini via telephone seluler, Senin (20/04)

Paulus mengatakan bahwa sejak lama pemerintah Kecamatan Ruteng mengeluarkan larangan untuk kegiatan perjuadian di lokasi tersebut. Namun himbauan tersebut tidak diindahkan oleh pelaku perjudian sabung ayam di lokasi tersebut.

“Memang selama ini, bahkan sudah lama kami sudah keluarkan larang untuk kegiatan di tempat itu. Tetapi sepertinya mereka tidak menghiraukan. Memang manusianya kami tidak dapat, mungkin ada informasi yang bocor sehingga begitu kami sampai di lokasi mereka sudah tidak ada,” ungkapnya

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa larangan tersebut juga dilakukan untuk menjalankan maklumat Kapolri tentang pembatasan sosial (Sosial Distancing). Hal ini juga penting untuk memutuskan mata rantai virus Corona (Covid 19).

“Kita sudah sampaikan melalui sosialiasi keliling terkait dengan pasal 212 dan 218 terkait dengan maklumat dari Kapolri dalam memutuskan mata rantai Covid 19. Kami dari kecamatan sudah laksanakan itu, tetapi mereka tetap melakukan itu makanya kami ambil sikap hari ini dan beberapa hari trakhir ini,”tutupnya.

Laporan: Adrian Juru
Editor: Adrian Paju

Artikel ini telah dibaca 2285 kali

Baca Lainnya
x