News

Minggu, 12 April 2020 - 04:18 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Salah satu korban yang mengalami luka di bagian kepala (Ist)

Salah satu korban yang mengalami luka di bagian kepala (Ist)

Saat Aparat Mulai ‘Main’ Intimidasi Tangani Social Distancing di Labuan Bajo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Arahan Social Distancing yang diberlakukan oleh pemerintah dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 tentu harus dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan.

Aparat keamanan dalam hal ini kepolisian, didorong untuk bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang bahaya pandemi Covid-19 jika kita tidak mematuhi setiap arahan dan kebijakan pemerintah.

Namun hal ini harus dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tentunya telah diatur dan tidak dilakukan dengan kekerasan seperti yang menimpa sekelompok pemuda yang baru saja pulang dari Bali saat tiba di Labuan Bajo, pada Sabtu malam (11/04/2020).

Dalam Vidio yang beredar luas di media Sosial itu, terlihat sekelompok anak muda mengaku telah diintimidasi segerombolan Polisi dari kepolisian Resort Manggarai Barat.

Saat segerombolan polisi itu tiba, mereka langsung mengeluarkan kata – kata kasar dengan memaki anak – anak tersebut.

“Saat itu saya berada diantara teman – teman yang baru pulang dari Bali, dan kebetulan saya berdomisili di sini (Labuan Bajo), spontan langsung membantah makian yang disampaikan oleh seorang oknum Polisi itu,” ujar Pria yang diketahui bernama Edo itu.

Menurutnya, seharusnya polisi memiliki SOP dalam penanganan setiap warga yang ditemukan sedang berkumpul.

“Harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang baik,” katanya.

Menurutnya, dirinya sudah menjelaskan kepada aparat kepolisian tersebut bahwa mereka yang baru saja tiba dari Bali itu tidak bisa menginap di rumah keluarga mereka masing-masing yang berada di Labuan Bajo karena mereka sendiri pun tidak diterima oleh pihak keluarga.

“Terpaksa mereka duduk disebuah pendopo, tepatnya di stan (Lapak) milik bapak Bernabas,” katanya.

Meski sudah mendengar penjelasan tersebut, kata dia, aparat tetap menyuruh agar mereka pulang dan mereka pun kembali menjawab bahwa mereka tidak bisa pulang ke mana-mana dikarenakan ketiadaan tempat tinggal atau pihak keluarga yang mau menerima mereka di Labuan Bajo.

“Sesaat sempat terjadi perdebatan, lalu seorang oknum polisi mendorong saya dan dari situlah konflik ini terjadi hingga membuat beberapa diantara kami alami luka serius” jelasnya.

Usai peristiwa tersebut, kata dia menjelaskan, mereka langsung digiring ke kantor Kepolisian Resort Manggarai Barat.

“Sampai saya dipukul lagi dan diintimidasi, kami sempat dua jam di Polres,” katanya.

Setelah berada sekitar 2 jam di kantor Polres Manggarai Barat, mereka pun digelandang ke Kantor Bupati Manggarai Barat karena berdasarkan informasi yang diperoleh terdapat sebuah posko di sana untuk menampung setiap warga yang baru datang dari perantauan.

“Sampai disana juga ternyata tidak ada persiapan juga, penjaganya cuma satu orang” katanya.

Lucunya, kata dia, usai dipukul dan digiring ke Polres lalu digiring ke Kantor Bupati Manggarai Barat, karena tiada kesiapan maka kami diputuskan untuk dikembalikan ke tempat semula.

“Ke tempat awal konflik ini terjadi, kenapa seperti ini, kami sudah luka – luka, di pukul tetapi tidak ada jalan keluar yang tepat malah dikembalikan ke tempat semula dikarantina sementara di tempat semula kami berkumpul” katanya.

Informasi yang diperoleh media ini pada minggu (12/04/2020) pihak keluarga saat ini tengah berada di kantor Kepolisian Resort Kabupaten Manggarai Barat untuk membuat laporan kepolisian terkait dugaan intimidasi yang diterima oleh Edo dan kawan-kawannya itu.

“Kami masih di polres sekarang,” kata Edo saat dihubungi media ini pada Minggu (12/04/2020), pagi.

Berikut, Vido yang beredar luas di media social itu

Terpisah, Kepolisian Restot kabupaten Manggarai Barat saat dihubungi media ini menjelaskan bahwa Pada hari Sabtu (11/04/2020) sekitar pukul 23.30 wita piket call center 110 mendapat telpon pengaduan dari masyarakat terkait adanya sekelompok pemuda yg berkumpul sambil mengkonsumsi minuman keras (Sopi) di Pendompo depan SPM Stella Maris.

Selanjutnya Piket penjagaan Polres Mabar menuju TKP dan sesampainya disana didapati sekelompok pemuda sedang duduk berkumpul sebanyak 9 orang sambil mengkonsumsi Miras jenis Sopi.

Kemudian piket penjagaan dan anggota dalmas yang baru tiba menegur para pemuda tersebut, namun karena tidak diindahkan sehingga piket penjagaan bersama anggota dalmas mengambil tindakan kepada sekelompok pemuda tersebut.

Kemudian Setelah dilakukan tindakan oleh anggota sekelompok pemuda tersebut dibawa ke Mapolres Mabar untuk diambil keterangan dan identitas.

Selanjutnya piket penjagaan mengantar para pemuda tersebut menuju kantor Pemda Kab. Mabar tepatnya di Posko Covid 19 untuk didatakan, kemudian diantar kembali ke Pendopo untuk beristirahat.

Laporan: Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 9190 kali

Baca Lainnya
x