Hukrim

Minggu, 12 April 2020 - 13:28 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Petrus Selestinus (Ist)

Petrus Selestinus (Ist)

Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Polisi di Labuan Bajo, Petrus Selestinus: Itu Pelanggaran Berat Yang Dilakukan Oleh Aparatur Negara Terhadap Masyarakat

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus turut memberikan tanggapannya terkait dugaan penganiayaan terhadap sejumlah pemuda oleh oknum polisi Polres Manggarai Barat pada Sabtu (11/04/2020) malam di Labuan Bajo.

Mantan komisioner pemeriksaan kekayaan penyelenggara Negara (KPKPN) itu mendorong agar kasus dugaan penganiayaan tersebut dilaporkan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Div Propam).

“Laporkan ke Propam sebagai penganiayaan dan arogansi kekuasaan disaat Polri mendapatkan tambahan wewenang dalam menertibkan masyarakat yang diduga melanggar ketentuan Sosial Distancing dan PSBB yang saat ini sedang berlaku,” jelas Petrus kepada media ini, Minggu (12/04/2020).

Petrus mengatakan bahwa perbuatan tersebut merupakan tindakan penganiayaan. Apalagi kata dia, jika benar bahwa pihak keamanan dalam hal ini Polisi tidak menggunakan masker pada saat itu, maka jelas Polisi dan 9 pemuda itu sama-sama pelaku pelanggaran ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Sosial Distancing yang berlaku.

“Itu jelas penganiayaan apalagi, oknum polisi saat menindakpun (bertugas) berkelompok di ruang publik tanpa masker. Maka mereka sama-sama pelaku pelanggar ketentuan PSBB dan Sosial Distancing yang berlaku,” katanya.

Koordinator TPDI itu juga menyebut bahwa dengan mengembalikan para pemuda itu ke Pendopo semula saat mereka berada sebagai tempat maka dengan jelas oknum polisi melakukan kekerasan itu secara sadar.

“Dengan ditetapkanya oleh petugas agar anak-anak muda itu kembali ke pendopo sebagai tempat isolasi mandiri, oknum polisi bisa dianggap melakukan penganiayaan di tempat anak-anak itu melakukan isolasi mandiri,” sebut Petrus.

Maka dari perbuatan oknum polisi tersebut, Petrus mengatakan itu adalah pelanggaran berat yang dilakukan oleh aparatur negara terhadap masyarakat.

“Mereka melakukan isolasi mandiri tanpa membebankan siapapun. Ini adalah pelanggaran terberat yang dilakukan oleh Polisi,” tutupnya.

Laporan : Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 8236 kali

Baca Lainnya
x