Kesehatan

Sabtu, 11 April 2020 - 04:47 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Petugas kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap membawa seorang pasien dalam Branker dorong dan dibawah ke gedung Isolasi (Foto:Ist)

Petugas kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap membawa seorang pasien dalam Branker dorong dan dibawah ke gedung Isolasi (Foto:Ist)

Dikira Penderita Covid-19, Pasien RSUD Ben Mboi Ini Ternyata Seorang Ibu Hamil Anak Kembar

Floreseditorial.com, Ruteng –
Masyarakat Manggarai sempat dibuat panik dengan sebuah video yang beredar lewat media sosial seperti WhatsApp.

Dalam video tersebut terlihat petugas kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap membawa seorang pasien dalam Branker dorong dan dibawah ke gedung Isolasi.

Setelah di klarifikasi oleh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 melalui juru bicaranya Lodovikus Moa ternyata pasien tersebut adalah Ibu hamil yang hendak melahirkan di RSUD Ben Mboi Ruteng.

Pasien yang ada dalam Video tersebut adalah AN. Pasien tersebut datang dari Jakarta dan tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo pada tanggal 29 Maret lalu. AN berangkat dari Labuan Bajo menuju ke Ruteng pada tanggal 31 Maret lalu.

Sampai di Ruteng AN melakukan pemeriksaan kandungannya di dokter praktek spesialis kandungan. Dari hasil pemeriksaan, AN dinyatakan akan melahirkan bayi kembar. Sebab itulah yang membuat AN dirujuk ke rumah sakit Umum daerah Ben Mboi Ruteng.

Pada hari Kamis 9 April 2020 lalu AN dibawa ke RSUD Ben Mboi Ruteng karena mengeluh sakit pada perutnya. Namun dalam perjalanan AN mengalami sesak napas. Setelah sampai di ruangan gawat darurat (IGD) AN dinyatakan mengalami “Preklamsia berat” atau keracunan kehamilan.

Selain mengalami Preklamsia berat, AN juga mengalami Hipertensi mencapai 200/100. Karena gangguan tersebut Pasien mengalami penurunan kesadarannya dan pada saat itu petugas kesehatan memasang selang di saluran pernapasannya atau lebih dikenal Endotrachal Tube/Intubasi Endotrakeal dalam bahasa medis.

“Karena pasiennya datang dari Jakarta (daerah terpapar virus Corona) maka petugas kesehatan melakukan upaya pencegahan dan menggunakan APD mematuhi protokol penangan Covid 19,” jelas Lodovikus, Sabtu (11/04/2020).

Menurut Lodovikus Moa, Pasien tersebut tidak ada gejala atau tanda-tanda terpapar Covid 19. Sebab hal itu kata Lodovikus, Pasien tersebut sempat ditangani oleh tim kesehatan di kampungnya dan dipantau selama 9 hari namun tidak ada gejala yang menunjukan terpapar.

“Nona AN ini dalam kondisi hamil dan usia kehamilannya kurang lebih 9 bulan. Pada saat sampai di Ruteng di pergi ke dokter praktek spesialis kandungan. Hasil pemeriksaannya Nona AN ini akan melahirkan bayi kembar dan disarankan untuk melahirkan di rumah sakit. Dan kurang lebih AN ini selama 9 hari berada di kampungnya dan teman-teman kesehatan yang ada di sana melakukan pemeriksaan sekaligus memantau apakah nona AN mengalami gejala C-19,” jelasnya.

“Dari hasil pantauan selama 9 hari tidak ada nampak gejala yang menyerupai c-19,” tegas Lodovikus.

Berikut Vidio yang beredar di media sosial

Laporan: Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 1873 kali

Baca Lainnya
x