News

Sabtu, 4 April 2020 - 05:24 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Sejumlah penumpang kapal yang diturunkan melalui pelabuhan Reo pada Sabtu (04/04/2020)/ (Foto TeamYPF/ Adrian Paju)

Sejumlah penumpang kapal yang diturunkan melalui pelabuhan Reo pada Sabtu (04/04/2020)/ (Foto TeamYPF/ Adrian Paju)

Pemkab Manggarai Batasi Penumpang Masuk Melalui Pelabuhan Reo

Floreseditorial.com, Ruteng – Bupati Manggarai Dr.Deno Kamelus, SH.MH mengambil langkah terkait pembatasan jumlah penumpang Kapal Laut dan pembatasan pengaturan pelayanan kapal penumpang di pelabuhan Kedindi Reo, di kecamatan Reok.

Hal tersebut diketahui melalui surat edaran Bupati Manggarai Nomor: 094/BU/ /2020 agno 550/105/DISHUB/IV/2020 kepada Gubernur NTT di Kupang tertanggal 02 April 2020.

Dalam surat tersebut, Bupati Manggarai mengatakan bahwa dalam rangka mengantisipasi berbagai kemungkinan penyebaran covid-19 di Kabupaten Manggarai dan dengan meningkatnya jumlah penumpang dari daerah terpapar sebanyak 757 orang, maka pemerintah kabupaten Manggarai perlu mengambil langkah-langkah tanggap, cepat dan segera sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran virus Corona.

Langkah-langkah tersebut juga diambil dengan memperhatikan SE Dirjen Perhubungan Laut Nomor 13 Tahun 2020 tanggal 6 Maret 2020 Tentang pembatasan penumpang di kapal, angkutan logistik, dan pelayanan pelabuhan selama penanggulangan covid-19.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Manggarai adalah sebagai berikut;

Pertama, Melakukan pembatasan jumlah penumpang dari setiap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan kedindi Reok.

Kedua, Membatasi Jadwal tetap setiap kapal penumpang yang masuk ke pelabuhan Kedindi Reok yaitu satu kali dalam satu bulan untuk setiap kapal.

Ketiga, Setiap operator kapal penumpang yang selama ini melayani ke pelabuhan kedindi Reok diwajibkan untuk mematuhi pembatasan ini sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Keempat, Semua ABK kapal penumpang maupun barang/container wajib mematuhi protokoler kesehatan dan tidak diijinkan untuk turun di area pelabuhan selama kapalnya berada di wilayah pelabuhan Kedindi Reok.

Kelima, Menugaskan kepada kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Reok memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang sesuai surat edaran Dirjen perhubungan Laut Nomor 8 Tahun 2020 Tentang langkah siaga menghadapi penyebaran virus corona di wilayah pelabuhan di Indonesia.

Keenam, Diperintahkan kepada Camat dan FORKOMPIMCAM Kecamatan Reok, KP3 laut dan KKP Kedindi Reok untuk melakukan protokoler kesehatan di area dan transparansi publik yang disesuaikan dengan kondisi di atas kapal.

Ketujuh, Jumlah penumpang yang harus dimuat dari dan menuju ke pelabuhan kedidindi Reok sejumlah 50% dari daya angkut penumpang dan hal ini harus dipatuhi setiap operator kapal penumpang, oleh karena itu KSOP Pelabuhan Reok melaksanakan perintah ini.

Kedelapan, Apabila kapal penumpang memuat melebihi dari ketentuan ini maka KSOP memiliki kewenangan untuk tidak mengijinkan penumpang untuk turun dan tetap berada di dalam kapal serta para penumpang tersebut menjadi tanggung jawab operator kapal.

Kesembilan, Pembatasan jumlah penumpang kapal laut dan pembatasan pengaturan jumlah frekuensi pelayanan kapal penumpang kiranya juga menjadi kebijakan pemerintah Kabupaten Manggarau Barat dan Kabupaten-kabupaten lain yang memiliki konektivitas pelabuhan sehingga akses orang menuju ke Kabupaten Manggarai berkurang atau dibatasi.

Kesepuluh, Pembatasan tersebut di atas berlaku sejak tanggal 01 April 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Laporan: Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 880 kali

Baca Lainnya
x