News

Rabu, 25 Maret 2020 - 03:06 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Petugas kesehatan RSUD Manggarai saat merujuk salah satu PDP Suspect Covid-19 cuma mengenakan mantel hujan Sebagai alat pelindung diri (Foto:Ist)

Petugas kesehatan RSUD Manggarai saat merujuk salah satu PDP Suspect Covid-19 cuma mengenakan mantel hujan Sebagai alat pelindung diri (Foto:Ist)

Duh.. Layani Pasien Suspect Covid-19, Petugas RSUD Ben Mboi Cuma Pakai Mantel Hujan

Floreseditorial.com, Ruteng – Juru bicara Komando Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Kabupaten Manggarai Lodovikus Moa mengatakan petugas RSUD di Kabupaten Manggarai masih memiliki kendala saat menangani pasien corona atau COVID-19. Mereka terpaksa harus menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri (APD) saat menangani pasien tersebut.

Padahal, petugas kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien yang terpapar virus dari negeri tirai bambu tersebut sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan.

Menurut Lodovikus, sejauh ini para petugas yang melayani orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) menggunakan APD seadanya untuk memproteksi diri meskipun APD yang dipakai tidak memiliki standar. Hal tersebut terjadi lantaran adanya keterbatasan peralatan namun pelayanan harus tetap berjalan.

“Ya pakai jas hujan yang dimodifikasi, tidak ada pilihan dalam kondisi darurat begini ya memang kita lakukan,” kata Lodivikus, Selasa (24/3).

Ia mengakui bahwa pihak RSUD Ben Mboi Ruteng sudah memesan APD untuk jumlah yang banyak, tetapi menurut BLUD RSUD Ben Mboi Ruteng dr. Imaculata Veronika pesanan APD tidak datang semua sesuai pemesanan.

“Pesanan kita tidak datang sekaligus. Dan tidak bisa dapat dari 1 distributor, karena ada yang stok-nya terbatas dan ada yang melakukan pembatasan (pelayanan pemesanan) pada jumlah tertentu,” ungkapnya.

Direktur RSUD. Ben Mboi Ruteng itu juga menjelaskan APD yang sudah dipesan di Jakarta sudah tiba di kota Kupang. Selain yang dipesan di Jakarta pihak rumah sakit juga berusaha untuk pesan di Bali. Bahkan menurutnya, ada APD yang dikirim dari kota Kupang dan tiba di Ruteng.

“Besok pagi (Hari Ini,red) bisa dapat 10 dari Kupang. Dari Denpasar, baru bisa kirim hari Jumat. Dari Surabaya minta waktu Senin depan. Ada yang dari Jakarta, jumlahnya 150 dikirim sejak tanggal 20, sudah sampai Kupang. Yang dari Jakarta itu dihubungi Ibu Naf (dr. Nafsiah Mboi),” tambah Direktur RSUD Ruteng.

Untuk mengatasi kelangkaan APD di RSUD Ben Mboi Ruteng, pemerintah Kabupaten Manggarai telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan bencana non alam kasus penyebaran virus Disease (Covid 19). Anggaran yang dibuat bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang sengaja dianggarkan untuk untuk penanganan hal-hal yang tak terduga.

“Biasanya anggaran ini kita gunakan untuk penanganan bencana alam. Tetapi tahun ini kita alihkan anggaran itu untuk tanggap darurat bencana non alam, yakni Covid-19,” jelas Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, di sela kegiatan pemantauan penanganan Covid-19 di kelurahan-kelurahan di Kecamatan Langke Rembong, Senin (23/3/2020) kemarin.

Ditambahkannya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah sedang mendiskusikan soal pergeseran anggaran untuk membantu kesiapan RSUD dr. Ben Mboi, termasuk pemesanan APD, disinfektan, serta kebutuhan lainnya. Namun Ketua Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai ini mengakui kesulitan mendapatkan alat-alat penunjang yang mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kita punya uang. Kita bisa melakukan pergeseran anggaran sesuai dengan petunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan, tetapi dalam kondisi ini kita masih sulit mendapatkan itu. Oleh karena itu kami akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat dalam hal pengadaan alat itu,” jelasnya.

Laporan: Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 9088 kali

Baca Lainnya
x