News

Rabu, 11 Maret 2020 - 02:50 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Komodo saat memasuki lingkungan SDI Kerora Belum lama ini (Ist)

Komodo saat memasuki lingkungan SDI Kerora Belum lama ini (Ist)

Saat Komodo ke Sekolah

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Komodo adalah salah satu reptil purba yang kini masuk dalam tujuh keajaiban dunia berdasarkan penetapan yang telah diumumkan UNESCO.

Hewan buas yang memiliki habitat asli di NTT Ini kini menjadi kebanggaan Indonesia dimata dunia.

Namun kebanggaan Indonesia akan binatang buas yang satu ini nampak tak sebanding dengan perhatian bagi masyarakat penghuni pulau di sekitar kawasan taman Nasional komodo khususnya di Kampung Kerora, Pulau Rinca.

Pasalnya binatang buas yang satu ini kerap memasuki area lingkungan sekolah di dusun tersebut.

Adalah SDI Kerora yang berada di kampung Kerora, desa Pasir Panjang, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat.

Sekolah yang memiliki lebih dari 35 siswa dan siswi ini nampak tidak diperhatikan oleh pemegang otoritas di wilayah taman nasional komodo.

Beberapa waktu lalu, sekolah yang ada di Kampung Kerora ini dihebohkan dengan masuknya Komodo ke area sekolah.

Sontak kegiatan belajar mengajar di sekolah inipun menjadi terganggu karena para siswa harus berlarian menjauhi komodo yang datang mendekat.

Basir, kepala Dusun Kerora menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengusulkan pembangunan pagar keliling sekolah pada pihak Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).

“Namun tak kunjung direspon oleh Pihak TNK,” kata Basir belum lama ini pada media.

Menurut Basir, sejauh ini para siswa siswi di SDI Kerora masih bisa menghindari kejaran Komodo yang sesekali datang ke Lingkungan sekolah.

“Tapi kita tidak tau ini pak, mau sampai kapan harus begini, anak – anak sekolah sementara Komodo berkeliaran di luar gedung kelas,” tutupnya.

Dihubungi pada Selasa (11/03/2020), kepala dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (PKO) kabupaten Manggarai Barat Bernardus Dandur menjelaskan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi tentang peristiwa masuknya hewan buas itu ke lingkungan SDI Kerora.

“Kami belum mengetahuinya, tapi terimakasih pada media yang sudah menyampaikan ini, dan informasi ini akan kami jadikan pertimbangan untuk segera mengusulkan pembangunan pagar di SDI Kerora,” kata Kadis PKO Mabar.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 123 kali

Baca Lainnya
x