Gaya Hidup

Sabtu, 29 Februari 2020 - 02:48 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Monik, Mahasiswa Asal Jerman yang Fokus melakukan penelitian terkait masalah sampah di Kabupaten Manggarai Timur (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Monik, Mahasiswa Asal Jerman yang Fokus melakukan penelitian terkait masalah sampah di Kabupaten Manggarai Timur (Foto: TeamYPF/Yopie Moon)

Sering Pungut Sampah di Jalanan Kota Komba, Bule Asal Munchen Ini Awalnya Dikira Orang Gila

Floreseditorial.com,Borong- Soal sampah dan kecintaan akan kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, sebagai wujud dari sikap peduli terhadap lingkungan dan sekitarnya.

Hal inilah yang disampaikan oleh Monik, Bule cantik asal Munchen, Kepada Floreseditorial.com Jumaat, (28/2/2020) saat menggelar acara kegiatan penanaman Mangrove di Maba Ruju,Pantai Selatan Kabupaten Manggarai Timur.

Nona Monik, itulah sapaan yang sering dipanggil oleh para pelajar dan masyarakat Wae Lengga, Kelurahan Watu Nggene kepada Mahasiswa Penelitian asal Jerman ini.

Diketahui Monik mengambil studi soal dampak Sampah terhadap lingkungan dalam tugas akhir di Program Magisternya sebagai Mahasiswa Jurusan Lingkungan Hidup dari salah satu kampus di Jerman.

“Saya mahasiswa S2 dari Munchen Jerman, saya datang ke Flores khususnya di Manggarai Timur ini guna melakukan penelitian dalam menyelesaikan tesis”,Kata Bule yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini.

Dia menambahkan, kalau dirinya sudah hampir satu tahun lebih berada di Wae Lengga, kecamatan Kota Komba, untuk melakukan berbagai kegiatan rutin sebagai wujut kecintaanya terhadap Lingkungan.

“Setiap harinya, kadang saya harus berjalan sendiri untuk memungut sampah-sampah yang ada disini, awalnya semua orang ketawa tapi akhirnya juga mereka sudah mengerti dengan apa yang saya lakukan”.

Ia menceritakan bahwa dirinya sering memungut sampah di pinggiran jalan dan menyimpannya di dalam karung.

“Biasanya saya jalan bawa dengan karung, sampah itu saya simpan dikarung, sering juga saya bersama anak-anak sekolah,semua orang disini sangat baik dengan saya semoga mereka cepat sadar soal sampah.”, kata Monik.

Aktivist Lingkungan ini juga menjelaskan, selama berada di Wae Lengga, dirinya sering mengunjungi sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan tentang kesadaran dan pengelolaan sampah kepada para pelajar.

“Sampah ini menjadi tanggung jawab kita bersama, terlebih khusus untuk anak-anak dan para pelajar agar bisa memberikan teladan yang baik terhadap lingkungannya”,Kata Dia.

Demikian Monik mengakui bahwa tidak semua orang sadar terhadap dampak sampah pada lingkungan.

“Tidak semua orang sadar akan dampak sampah, masih saja ada yang buang disembarang tempat, misalnya seperti gelas pelastik air minum dan botolnya, selalu saja saya lihat banyak disekitar jalan, jadi saya mengumpulkanya. Saya berharap setelah saya pulang nanti, kegiatan giat peduli lingkungan ini, terlebih khusus tentang sampah akan dilanjutkan oleh sekolah-sekolah dan pelajarnya,” harap Monik.

Setelah lama kami berbagi cerita, Bule cantik asal Muncen ini berpamit untuk bergegas melanjutkan rutinitasnya dalam mengumpulkan sampah-sampah yang ada di sekitaran Maba Ruju tempat kami menanam Mangrove.

Seorang pegawai camat Kota Komba kepada media ini menyampaikan, kalau dirinya sering melihat Monik dalam kesehariannya untuk giat melakukan rutinitas memungut sampah.

“Pernah pada suatu ketika dia (Monik) mendatangi Kantor Camat, untuk meminta kami menyiapkan Mobil guna mengangkut sampah-sampah yang sudah dikumpulkan untuk di buang di TPA”.cerita Dia.

Saat itu, pihaknya melayani permintaan bule asal Jerman itu.

“Sejak itu kami selalu mensuport setiap kegiatan yang dia lakukan disini, Dia murni seorang aktifist lingkungan, semangatnya dalam mencintai lingkungan benar-benar luar biasa,” kata Pengawai camat yang enggan namanya dimediakan itu.

Hal serupa juga disampaikan oleh Fian, seorang pelajar SMA Negeri Satu Kota Komba, bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada Monik yang telah banyak mengajarkan pada mereka tentang peduli terhadap lingkungan.

Monik, kata Fian, sudah banyak memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk kami yang ada disini. Terkadang mereka bersama-sama dalam mengumpulkan sampah, tapi sering juga kami untuk saling mengingatkan sesama kami untuk tidak membuang sampah sembarang tempat.

“Dia (Monik,red) sangat rajin Kae (Kakak), kami juga jadi malu kalau pas membuang sampah disembarang tempat, pas Dia lihat pasti dia memungutnya dan membuang pada tempatnya”, kata Fian.

Fian mengakui bahwa Monik telah memberikan teladan yang baik pada masyarakat Kota Komba Khususnya masyarakat di Wae Lengga dan sekitarnya.

“Nona Monik sering bilang ke Kami tentang LISA (Liat Sampah Ambil), kemana saja kita pergi dan melihat sampah, kita ambil dan buang pada tempatnya,” tukasnya.

Laporan: Yopie Moon

Artikel ini telah dibaca 1476 kali

Baca Lainnya
x