Nasional

Rabu, 12 Februari 2020 - 09:37 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Awang, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Awang, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

BTNK Turut Menolak Investasi di Lahan Konservasi

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Ratusan peserta aksi yang terdiri dari berbagai unsur pelaku konservasi dan wisata (Asita, Askawi, HPI, Formapp, P3Kom, DOCK, Gahawisri, Garda Pemuda Komodo dan Sunspirit for Justice and Peace) menggelar aksi penolakan investasi di lokasi konservasi Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu (12/2/2020).

Orator aksi, Yohanes Mance dihadapan kepala BTNK menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah pusat, salah satunya pencabutan permen KLHK no : P.8/MENLHK/SETJEM/KIM.1/3/2019.

“Kami masyarakat Manggarai Barat dengan tegas menuntut pemerintah pusat untuk mencabut peraturan kementrian yang telah merubah lokasi konservasi menjadi investasi”, tegas Yohanes.

“Kami hadir berawal dari kebijakan pemerintah yang tidak paham dengan wisata. Stop keluarkan wacana liar. Gonjang-ganjing tata kelola TNK menjadi bomerang bagi pelaku wisata”, tambahnya.

Menurut Yohanes, kegaduhan ini justru tidak memberikan kepastian kepada pengunjung ke Labuan Bajo karena isu-isu liar dari mulut yang tidak bertanggung jawab.

Menurut mereka, tindakan KLHK yang mengizinkan investasi di lokasi konservasi merusak iklim wisata. “Dalam pandangan kami, itu adalah cara legal perampok masuk dalam TNK untuk merusak TNK”, tambah orator lain, Doni Parera.

“Kami heran, TNK menyruh kami menjaga tetapi TNK membiarkan orang lain (red. Investor) masuk. Masyarakat asli ditahan, meminta lokasi membangun SMA ditahan. Ketika investor datang, diberi izin ratusan Ha. Ini sebuah kekeliruan kebijakan”, terang Doni.

Menanggapi pernyataan peserta aksi, kepala BTNK, Awang menyatakan bahwa BTNK memiliki komitmen untuk menjaga alam meskipun terdapat kendala.

“Semua tuntutan akan kami jadikan bahan evaluasi. Kita tidak bisa memutuskan tetapi akan kami sampaikan ke pusat. Yang jelas, kita memiliki komitmen sama, menjaga alam”, kata Awang.

Ketika anggota aksi mendesak pendapat Awang secara pribadi terkait peralihan fungsi lahan konservasi, dengan jelas ia menyampaikan bahwa orang yang pernah berdiskusi dengannya tentu tau isi hatinya. “Saya yakin, teman-teman taulah isi hati saya”, jawabnya singkat.

Mendapat jawaban itu, peserta aksi menilai bahwa BTNK turut menolak investasi di lahan konservasi.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 739 kali

Baca Lainnya
x