News

Selasa, 11 Februari 2020 - 04:28 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Rapat terbuka pada Senin (10/2/2020) di Bari, kecamatan Macang Pacar yang diikuti oleh ratusan masyarakat menyerukan penolakan pemindahan lokasi Dermaga Niaga (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Rapat terbuka pada Senin (10/2/2020) di Bari, kecamatan Macang Pacar yang diikuti oleh ratusan masyarakat menyerukan penolakan pemindahan lokasi Dermaga Niaga (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Serukan Penolakan Pemindahan Dermaga Niaga, Warga Bari Akan Kirim Utusan Temui Presiden

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Masyarakat Macang Pacar yang tergabung dalam Forum Macang Pacar Pro Perubahan (FM2P3) bersama Gerakan Masyarakat Peduli Pelabuhan Bari (GMPPB) terus menyuarakan penolakan atas pemindahan pembangunan dermaga Niaga yang semula direncanakan di Bari, Macang Pacar lalu dipindahkan ke Rangko, Komodo.

Vidio Deklarasi Penolakan Pemindahan Dermaga Niaga oleh masyarakat desa Bari (Dok.TeamYPF)

Penolakan ini digelar melalui rapat terbuka pada Senin (10/2/2020) di Bari, kecamatan Macang Pacar yang diikuti oleh ratusan masyarakat.

Dalam rapat terbuka penolakan yang dilakukan oleh masyarakat Macang pacar, mendesak Kepolisian, KPK dan Kejari untuk menyelidiki kejahatan dalam proses pemindahan pembangunan pelabuhan Niaga Bari ke Rangko.

Selain itu, kedua Asosiasi besar ini juga menuntut pemerintah daerah dan pusat agar pembangunan dermaga niaga sesuai dengan perda No 9 pasal 10 tahun 2012 point 3 huruf A.

Desakan selanjutnya ditujukan kepada presiden Joko Widodo untuk membatalkan rencana pembangunan dermaga niaga yang bertempat di Rangko.

Ketua FM2P3, Roby Wirawan kepada media menjelaskan bahwa rapat terbuka atas penolakan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap pembanguan di kabupaten Manggarai Barat.

“Aksi kami jangan dinilai melawan program pemerintah, tetapi ini wujud nyata dukungan kami kepada pemerintah agar pembangunan itu harus berjalan secara nyata dan adil,” tukas Roby.

Demikian halnya disampaikan oleh ketua GMPPB, Eras Tengajo menyatakan bahwa tokoh masyarakat Macang Pacar dengan tegas menolak pemindahan dermaga Niaga dari Bari ke Rangko serta menyatakan sikap ketidakpercayaan kepada Pemda Mabar dalam menanangi persoalan keadilan pembangunan ini.

“Mosi tidak percaya kepada pemerintah Manggarai Barat kami mandatkan saat ini. Karena itu, dalan waktu dekat kami akan mengutus 10 tokoh masyarakat Bari untuk ke Jakarta menemui presiden, kementrian kemaritiman dan Investasi, kementrian PUPR, kementrian Pariwisata dan direktur pelindo III untuk menyampaikan penolakan atas pembangunan dermaga di Rangko dengan merujuk pada Perda, produk pemerintah. “, tutup Eras.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 2324 kali

Baca Lainnya
x