Ekonomi

Kamis, 6 Februari 2020 - 09:20 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Rakor BOPLBF Bersama Stakeholder Perkuat Sinergitas Menuju Destinasi Super Premium Labuan Bajo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Sebagai satu dari 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berbenah.

Pembenahan ini dilakukan mengingat posisi Labuan Bajo sejak Juli 2019 menyandang status sebagai Destinasi Wisata Premium yang kemudian dinaikkan lagi statusnya sebagai Destinasi Pariwisata Super Premium.

Mengingat hal tersebut, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), sesuai dengan landasan yuridis pembentukannya, yaitu Perpres No. 32 Tahun 2018 dan secara struktur dibentuk pada tahun 2019, mengemban peran sebagai akselerator pembangunan pariwisata melalui fungsi koordinatif dan otoritatif di kawasan Labuan Bajo dan 10 Kabupaten lainnya di daratan Flores.

Koordinasi lintas kementerian, lintas kabupaten dan lintas kelembagaan menjadi komitmen BOPLBF selama ini, sehingga sinergitas berada pada frekuensi yang sama guna memastikan pembangunan pariwisata di Labuan Bajo dan Flores terlaksana seiring dengan ditetapkannya Labuan Bajo Flores sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas dan kini Destinasi Pariwisata Super Premium.

Status pariwisata Labuan Bajo terkini direspon Pemerintah Daerah setempat sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat yang kemudian perlu ditindaklanjuti dan menyesuaikan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang pada Juli 2019 dan Januari 2020 secara khusus melaksanakan kunjungan kerja ke Labuan Bajo untuk sekaligus meninjau beberapa lokasi pembangunan pariwisata.

Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo, BOPLBF sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah menginisiasi Rapat Koordinasi dengan seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Manggarai Barat pada Kamis (6/2/2020) bertempat di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam Kunjungan Kerjanya pada 21 Januari lalu, BOPLBF mencatat ada 7 arahan Presiden Joko Widodo terkait pembangunan Pariwisata di Labuan Bajo.

Selain itu Rakor kali ini sekaligus untuk menkosolidasikan apa-apa saja yang harus disiapkan bersama oleh BOPLBF, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Pusat untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo tahun 2020 ini.

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina berharap, Rakor bersama seluruh Jajaran Pemda menjadi stimulisator bagi terlaksananya percepatan pembangunan pariwisata di Labuan Bajo.

Sinergi keseluruhan perangkat daerah ini diyakini akan memberi kekuatan dan dorongan yang sangat besar untuk mewujudkan semua arahan Presiden demi tercapainya cita-cita dan harapan Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Premium.

“Tahun 2020 ini menjadi momentum berharga untuk pembangunan pariwisata Labuan Bajo yang tidak boleh kita lewatkan. Apalagi dengan perhatian dan dukungan pemerintah pusat yang begitu besar saat ini bagi Labuan Bajo harus kita respon dengan semangat membangun pariwisata berkelanjutan”, ungkap Shana.

Lebih lanjut Shana memastikan 7 arahan Presiden Joko Widodo terimplementasi dengan baik di lapangan.

Karena itu, peran koordinasi yang diemban BOPLBF akan makin dimaksimalkan dan diintensifkan melalui sinergi bersama segenap perangkat pemerintah daerah di Kabupaten Manggarai Barat seperti yang dilakukan dalam Rakor kali ini.

“Rakor hari ini menjadi bukti bahwa sinergi seluruh perangkat daerah menjadi faktor penting dalam menunjang pembangunan terutama untuk mempercepat pembangunan pariwisata di Labuan Bajo. Semoga hari ini menjadi langkah bersama untuk makin memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Premium seperti harapan Presiden,” tegas Shana.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 652 kali

Baca Lainnya
x