Nasional

Minggu, 2 Februari 2020 - 04:26 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Samsul Widodo, Dirjen Pengembangan Daerah Tertinggal (Ist)

Samsul Widodo, Dirjen Pengembangan Daerah Tertinggal (Ist)

Koordinasi Pengembangan Wisata Daerah Tertinggal Akan Digelar di Labuan Bajo

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Kementrian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi RI akan menggelar kegiatan kordinasi pengembangan promosi pariwisata daerah tertinggal di Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat pada Selasa hingga Jumaat (4-7/2/2020).

Kegiatan promosi pariwisata pembangunan daerah tertinggal merupakan amanat peraturan pemerintah nomor 78 tahun 2014.

Selain itu, penerimaan devisa dari sektor pariwista terus meningkat setiap tahunya dengan pertumbuhan mencapai 7.39% ditahun 2018 dan hal itu menjadikan pariwisata sebagai sektor prioritas Nasional.

“Melihat peluang yang ada, perlu dilakukan upaya untuk membangun kesadaran di daerah tertinggal sehingga dapat menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian daerah tertinggal”, demikian pernyataan Samsul Widodo, Dirjen pengembangan daerah tertinggal yang diterima oleh floreseditorial.com pada Minggu (2/2/2020).

Menurutnya, terdapat empat aspek pembangunan kepariwistaan nasional yang harus dikembangkan secara holistik dan sinergis antar seluruh pemangku kepentingan.

“Pembangunan kepariwiataan nasional meliputi destinasi wisata, pemasaran wisata, industri pariwista, dan kelembanggan pariwista”, jelas Samsul Widodo.

Menanggapi hal tersebut, kepala dinas pariwista dan budaya Kab. Manggarai barat, Agustinus Rinus menyambut baik pelaksanaan kegiatan kordinasi pengembangan pariwista daerah tertinggal yang dilangsungkan di Labuan Bajo.

Ia juga menyampaikan bahwa Kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah daerah Kab. Manggarai Barat yang sedang giat-giatnya membangun desa wisata sehingga masyarakat Manggarai Barat terlibat penuh dalam pembangunan pariwisata.

KadisParBud Manggarai Barat ini menerangkan bahwa pemerintah Manggarai Barar telah mencanangkan pengembangan pariwisata melalui badan usaha milik desa (BumDes).

“Tahun 2019 lalu kita telah menetapkan 54 desa wisata yang ada di Manggarai Barat. Semoga pengembanganya nanti dapat bermanfaat untuk masyarakat”, ungkap Gusti.

Untuk diketahui, Kegiatan kordinasi penhembangan pariwisata dserah tertinggal ini akan dihadiri oleh perwakilan 11 Propinsi tertinggal dan akan dilangsungkan di hotel Jayakarta, Labuan Bajo.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 621 kali

Baca Lainnya
x