Nasional

Rabu, 29 Januari 2020 - 17:26 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Pose bersama beberapa anggota komisi V DPR RI usai menggelar rapat dengar pendapat di gedung DPR RI (Ist)

Pose bersama beberapa anggota komisi V DPR RI usai menggelar rapat dengar pendapat di gedung DPR RI (Ist)

RDP Bersama Komisi V DPR RI, Achyar Sampaikan Protes Atas Rencana Perpindahan Dermaga Niaga Dari Bari ke Rangko

Floreseditorial.com, Jakarta – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Menggelar Rapat dengar pendapat (RDP) bersama Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) yang dihadiri oleh sejumlah pengurus APBMI Se-Indonesia termasuk Pengurus APBMI Manggarai Raya.

RDP tersebut membahas terkait peraturan menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor 152 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang Dari Dan Ke Kapal.

“Yang punya kepentingan itu sebenarnya Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat diseluruh Indonesia dimana saya sebagai salah satu pengurus DPP dan Ketua DPC Manggarai Raya,” kata Muhammad Achyar, Rabu (29/01/2020).

Sebenarnya, kata Achyar, tidak ada urusan langsung antar persoalan Asosiasi Bongkar Muat Indonesia dengan perpindahan dermaga Niaga Dari Bari Ke Rangko.

“Tetapi karena saya peduli pada kampung Saya Manggarai Barat, dan Masyarakat Bari Mancang Pacar dan sekitarnya, makanya saya tumpangi pertemuan ini dengan menyampaikan secara langsung terkait persoal perpindahan dermaga niaga ini saat pertemuan tadi bersama Komisi V DPR RI, tetapi memang masih berkorelasi dan nyambung” kata Muhammad Achyar saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon.

Menurutnya, Proses pemindah dermaga yang dilakukan oleh Pihak Pelindo (BUMN/Pemerintah) telah mengangkangi peraturan daerah kabupaten Manggarai Barat No. 9 Tahun 2012.

“Ini bukan mengangkangi Perda saja, tetapi ini adalah kejahatan yang dilakukan negara, padahal tujuan pembangunan itu sendiri dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat”, kata Achyar saat melakukan rapat dengar pendapat bersama komisi V DPR RI di Senayan seperti dalam tayang Vidio yang juga diperoleh media ini.

Saat ini, masih menurut Ketua DPC APBMI cabang Manggarai Raya itu, terjadi penumpukan pelabuhan di Labuan Bajo. Menurutnya, perpindahan dermaga Niaga dari Bari ke Rangko akan menjadikan Labuan Bajo menjadi kota wisata Premium yang sumpek.

“Jangan jadikan Labuan Bajo semakin Sumpek, saya berharap agar wakil rakyat asal NTT yang saat ini berada di Senayan untuk menolak dengan keras, rencana perpindahan dermaga niaga dari Bari ke Rangko.

Untuk diketahui Sorotan akan pembangunan dermaga Niaga Rangko terus datang dari sejumlah kalangan di kabupaten Manggarai Barat.

Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan dermaga niaga Rangko akan dianggarkan dari dana APBN sebesar 200 milyar.

Achyar menjelaskan bahwa Pembangunan dermaga Niaga ini sebelumnya direncanakan dibangun di Bari, kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat. Namun belakangan pembangunan dermaga Niaga itu justru dibangun di Rangko, kecamatan Komodo yang jaraknya tak sampai 10 kilometer dari kota Labuan Bajo.

Pemindahan lokasi pembangunan dermaga Niaga ini membuat pembangunan dermaga Niaga Rangko justru akan menggangu stabilitas wisata premium dengan hiruk pikuk aktifitas bongkar muat pasca dermaga tersebut dibangun nantinya.

Berikut Tayangan saat Muhammad Achyar menyampaikan protesnya atas perpindahan dermaga niaga Dari Bari ke Rangko saat rapat dengar pendapat bersama komisi V DPR RI.

Laporan: Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 2326 kali

Baca Lainnya
x