Hukrim

Jumat, 24 Januari 2020 - 04:26 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Camat Boleng, Bonaventura Abunawan (didepan) bersama kuasa hukun (baju putih) saat keluar dari kejari Mabar ( Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Camat Boleng, Bonaventura Abunawan (didepan) bersama kuasa hukun (baju putih) saat keluar dari kejari Mabar ( Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Palsukan Dokumen Tanah, Camat di NTT Diancam 6 Tahun Masuk Bui

Floreseditorial.com, Labuan Bajo
Kasus dugaan pemalsuan dokumen surat tanah yang dilakukan oleh Bonaventura Abunawan, camat Boleng, Kabupaten Manggarai Barat memasuki tahap baru.

Setelah sebelumnya pada selasa (26/11/2019) ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda NTT atas kasus pemalsuan dokumen surat pernyataan yang memuat tanda tangan dan cap jempol di atas materai dari tua’ Golo seKecamatan Boleng akan hak dan batas tanah adat Ulayat Mbehal termasuk tanah Ulayat Terlaing, Boleng, Manggarai Barat.

Pada Kamis (23/1/2020), ia resmi ditahan penyidik kejaksaan Negri Manggarai Barat. Kepada media, Bonaventura enggan memberikan keterangan terkait penahananya. “No comment lah, no comment untuk penahananya. Memang sudah ditahan. Kita ikuti proses hukum saja”, katanya singkat.

Sementara Kepala Seksi Tindak Pidanana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negri (Kejari) Manggarai Barat, Maiman Limbong mengatakan bahwa Bonaventura sebelumnya ditahan di Polda NTT di Kupang dan pada kamis (23/1/2020) tersangka diserahkan ke Kejari Manggarai Barat oleh penyidik Polda NTT bersama penyidik JPU Kejakasaan Tinggi NTT.

“Dari penyidik Polda NTT setelah diteliti jaksa peneliti di Kejaksaan Tinggi NTT dan telah memenuhi unsur formil dan material dinyatakan P21. Selanjutnya dilakukan penyerahan tersangka dan berikut barang bukti. Hari ini (kamis, 23/1/2020) kita tahan saudara Bonaventura Abunawan untuk memudahkan proses persidangan dan tidak menghilangkan barang bukti sesuai yang diatur dalam KUHAP”, Jelas Maiman kepada media, kamis (23/1/2020).

Maiman melanjutkan, untuk penahanan Bonaventura telah dititipkan ke Kepolisian Sektor Manggarai Barat. “Saudara Bonaventura akan ditahan di Polres Manggarai Barat selama 20 hari kedepan terhitung sejak hari ini, kamis (23/1/2020) sambil menunggu pelimpahan berkasnya di pengadilan”.

Selanjutnya, Kasi Pidum itu menuturkan, kepada tersangka akan dikenai hukuman maksimal 6 tahun penjara. “Tersangka dijerat pasal 263 KUHAP dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan sudah ditahan, berikut barang bukti dokumen pemalsuan tanah”, tutup Maiman.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 2808 kali

Baca Lainnya
x