News

Selasa, 21 Januari 2020 - 03:42 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Presiden Joko Widodo saat berada ditengah kerumunan masyarakat Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Presiden Joko Widodo saat berada ditengah kerumunan masyarakat Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Tumpang Tindih Sertifikat Tanah di Labuan Bajo, Wamen Agraria Akui Kesalahan BPN

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Pada agenda hari terkahir di Labuan Bajo, Selasa (21/1/2020), presiden Jokowi menyerahkan 2.500 sertifikat kepada masyarakat Manggarai Barat.

Pantuan Floreseditorial.com sekitar pukul 08.22 WITA, Presiden tiba di tenda halaman kantor bupati Manggarai Barat dan disambut dengan nyanyian daerah Manggarai.

Dikesempatan tersebut, sejumlah masyarakat berosarak sorai menyambut kehadiranya. Seperti biasa, masyarakat diberi kesempatan untuk berswafoto dengan orang nomor 1 di RI itu.

Dalam sambutanya, Presiden Jokowi menyampaikan betapa pentingnya memiliki seritifak tanah.

“Sertifikat merupakan bentuk pengakuan hukum atas kepemilikan tanah. Jaga ini baik-baik”, kata Presiden.

“Ini bisa simpan di Bank sebagai anjungan modal usaha. Ingat modal usaha ya bukan untuk kredit beli mobil lalu ditarik dealer”, tambahnya disambut tertawa meriah peserta penerima sertifikat.

Iapun berpesan agar masyarakat Manggarai Barat harus mendukung program peemerintah bahwa Labuan Bajo sebagai kota pariwisata kelas dunia.

Dukungan itu dengan menjaga kebersihan kota, dan selalu ramah menyapa yang lain.

“Kalau Masyarakat Manggarai Barat aku udah tau pasti ramah dan selalu murah senyum. Ini aja senyum melulu dari tadi”, tambahnya.

Sementara Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra dihadapan presiden menuturkan maraknya persoalan tanah yang di Labuan Bajo.

“Di Labuan Bajo dikenal dengan tumpang tindih hak kepemilikan tanah. Ini tantangan kami di BPN dan harus akui bahwa itu kesalahan kami”, papar Wamen Surya.

Wakil mentri Surya menambahkan, saat ini kementrian ATR/BPN sedang mengerjakan target yang diperintahkan presiden bahwa tahun 2025 semua tanah di wilayah NKRI harus telah disertifikasi.

Sedangkan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dulla menyampaikan terima kasih kepada Presiden yang telah memberikan perhatiab khusus di wilayah Kab. Manggarai Barat.

“Pemerintah pusat tidak hanya membuat program untuk kemajuan Manggarai Barar tetapi langsung diluncurkan dengan anggaran dalam rangka menyukseskan program-program tersebut. Kita harus syukuri itu, terima kasih pak presiden”, ungkap bupati Gusti.

Bupati Gusti juga memaparkan pencapaian PAD Manggarai Barat yang menurutnya sangat siginifikan di 2 tahun belakangan.

“Pada tahun 2017 PAD kita sebwlesar 70 Miliyar dan naik 130 miliayr pada tahun 2018. Sementara 2019 itu pencapaianya 167 miliayr, tentu ini sangat luar biasa”, tambah Bupati Gusti.

Dikatakanya, pada tahun 2020 Manggarai Barat akan menargetkan PAD 250 milyar.

Terkait penyerahan sertifikat tanah, bupati Gusti berpesan kepada masyarakat agar mengfunakan sertifkat sebaik mungkin dan dapat menghasilkan hal yang baik.

“Manfaatkan sertifikat sebaik-baiknya, ini bukan aset mati, bukan benda mati. Tetapi harus ditimbuh kembangkan melalui pinjaman-pinjaman di Bank untuk modal usaha”, tutup Gusti Dula.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 1330 kali

Baca Lainnya
x