News

Kamis, 28 November 2019 - 01:47 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Labuan Bajo

Labuan Bajo

Dalam Sehari Labuan Bajo Hasilkan 12 Ton Sampah

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Salah satu tempat yang kini ramai didatangi oleh masyarakat Labuan Bajo adalah Puncak Waringim Labuan Bajo.

Selain karena tempat ini bebas dari aneka pungutan biaya, lokasi dengan pemandangan yang menarik serta memanjakan mata rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkesempatan mengunjungi tempat ini.

Namun demikian, minimnya kesadaran para pengunjung ditambah juga dengan ketidaktersediaan tempat sampah nampaknya membuat tempat ini terlihat jorok dan kotor.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu pengunjung Puncak Waringin Labuan Bajo yang namanya tidak mau dimediakan.

Saat ditemui media ini di tempat tersebut, ia menuturkan, Puncak Waringin adalah salah satu tempat favorit bagi kalangan masyatakat Labuan Bajo untuk menepi dan menikmati pemandangan seputar kota Labuan Bajo. Bahkan, di malam hari mata para pengunjung pun dimanjakan dengan pemandangan kapal-kapal pesiar yang bersandar di sekitar pelabuhan Labuan Bajo.

“Puncak Waringin adalah salah satu tempat Favorit masyarakat Labuan Bajo. Selain karena bebas dari pungutan biaya, lokasi tempat ini juga sangat bagus untuk menikmati pemandangan di sekitar kota Labuan Bajo. Bahkan, di malam hari pun para pengunjung dimanjakan dengan sederetan kapal pesiar yang bersandar di sekitar pelabuhan”, kata pengunjung Puncak Waringin yang namanya tidak mau dimediakan.

Namun demikian, lanjutnya, minimnya kesadaran masyarakat ditambah lagi ketidaktersediaan tempat sampah di lokasi ini membuat tempat ini tampak jorok dan kotor. Karena itu, dirinya berharap agar pemda setempat setidaknya bisa menyiapkan satu atau dua tempat sampah di tempat ini.

Pantauan team media ini, tampak botol plastik bekas para pengunjung dibiarkan begitu saja di area puncak waringin. Bahkan, puntung rokok pun terlihat berserakan di area tersebut.

Sementara, Kepala Dinas BLHK, Pulinus Panggul mengatakan, bahwa Labuan Bajo masih banyak kendala dalam menanggulangi sampah. Kendala itu seperti kurangnyanya kesadaran masyarakat, kurang armada truk angkutan.

“Saat ini kita punya 10 truk pengangkut sampah dan kondisi normal hanya ada 5 truk. Tentu ini belum cukup,” jelas dia, pada wartawan beberapa hari lalu.

Dalam menyelesaikan tingginya produksi sampah di kota Labuan Bajo perlu tambahan armada pengangkut sampah dan partisipasi dari masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Kita disini menghasilkan 12 ton sampah per harinya yang didominasi oleh sampah laut, sampah hotel dan sampah rumah tangga,” tuturnya.

Menurutnya, selain menyiapkan armada angkutan sampah yang jadwalnya diatur dua kali sehari, BLHD juga menyiapkan tenaga kerja lapangan yang bertugas membersihkan sampah seputaran kota.

“Kita memiliki upaya pembersihan lingkungan dengan mempekerjakan 93 orang di wilayah Labuan Bajo. Mereka bekerja untuk membersihkan ruas jalan dengan rute masing-masing yang telah diatur”, terangnya.

Untuk sementara, Labuan Bajo memiliki TPA seluas 1 Ha yang bertempat di Kaper. Sedangkan pada tahun 2020, akan ada TPA Modern yang berlokasi di warloka.

Laporan : IDE

Artikel ini telah dibaca 669 kali

Baca Lainnya
x