Hukrim

Senin, 25 November 2019 - 06:51 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Guru Pelaku Pelecehan Seksual Pada Siswi di NTT Terancam Penjara 15 tahun

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Peristiwa pelecehan terhadap ASP, sisiwi kelas 4 SD di Mangggarai Barat sempat menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu.

Kini korban ASP sedang direhabilitasi di rumah perlindungan anak dan perempuan di Susteran JPIC Labuan Bajo. Sedangkan Pelaku RH yang juga merupakan guru ASP telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian resort Manggarai Barat.

“Setelah ditetapkan sebagai tersangka, RH langsung ditahan di Polres Manggarai Barat”, jelas Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono pada senin (25/11/2019).

Lebih lanjut, AKBP Julisa menjelaskan bahwa RH dianggap melakukan pelanggaran terhadap pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan penganti UU Nomor 1 perubahan 1 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, maksimal 15 tahun dan denda 5 Miliar Rupiah,” kata Julisa.

Pelaku, kata Kapolres Manggarai Barat, juga akan dijerat dengan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, “pada ayat (2), ancaman hukuman ditambah atau diperberat sepertiga dari ayat (1), mengingat yang bersangkutan ini adalah tenaga pendidik di SD”, tutupnya.

Untuk diketahui, Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang menimpa ASP, seorang siswi di SDN Munting Renggeng, kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian resort Manggarai Barat dengan nomor surat tanda penerimaan laporan STPL / 147 / XI / 2019 /NTT / Res Mabar.

Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono SIK menyatakan akan menindak tegas pelaku sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Kita tindak tegas pelaku kasus pelecehan seperti ini. Tidak ada kata damai, tidak ada negosiasi”,tegasnya saat ditemui floreseditorial.com di ruangan kapolres Mabar beberapa waktu lalu.

Laporan : IDE

Artikel ini telah dibaca 4031 kali

Baca Lainnya
x