News

Jumat, 22 November 2019 - 01:25 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Petrus Pedo Diaz, salah seorang Guru honorer dari salah satu sekolah di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

Petrus Pedo Diaz, salah seorang Guru honorer dari salah satu sekolah di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

Berusia 35 Tahun Lebih Sehari, Guru Honorer di NTT Ini Tak Bisa Ikut Tes CPNS

Floreseditorial.com, Ruteng – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil telah dibuka sejak tanggal 11 November 2019 lalu bagi seluruh Warga Indonesia yang memiliki kualifikasi pendidikan sesuai formasi yang dibutuhkan.

Namun demikian, beberapa calon pendaftar harus menelan pil pahit dengan regulasi penetapan peserta pendaftaran tes CPNSD oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang sangat ketat bagi calon peserta yaitu usia maksimal 35 tahun 0 bulan 0 hari terhitung saat pendaftaran.

Adalah Petrus Pedo Diaz, salah seorang Guru honorer dari salah satu sekolah di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur mengaku kecewa dengan aturan yang ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN)tersebut.

Kepada media ini Jumat 22 November 2019, Pedro mengaku bahwa dirinya begitu kecewa dengan regulasi terkait batasan umur maksimal 35 Tahun, 0 bulan 0 hari bagi peserta pendaftaran CPNSD yang ditetapkan BKN.

“Saya kecewa karena saat pembukaan pendafatan pada tanggal 11 Novemver 2019 BKN mulai membuka portal pendaftaran pada pukul 11.11 malam atau pukul 23.11 Wib”ungkapnya

Pasalnya, pada saat itu dirinya menggenapi usia yang ke 35 tahun sehingga selisih waktu pendafataran dengan umurnya yang pada saat itu genap 35 tahun membuatnya gagal mendaftar sebagai peserta CPNSD tahun 2019.

“Setelah saya mempersiapkan berkas pendaftaran dan mulai membuka portal sscn.bkn.go.id laman registrasi masih bisa di akses, selanjutnya dilakukan swafoto peserta, namun pada proses pengisian formasi dan data rinci peserta disitulah menampilkan informasi pada menu bahwa anda tidak bisa mengikuti pendaftaran tes CPNS 2019 karena umur anda lebih dari 35 Tahun, umur anda saat ini 35 tahun 1 hari”, tandasnya.

Menurutnya, BKN tidak komitmen dengan penetapan waktu pendafatran kali ini terkait pembukaan pendaftaran pada portal SSCN.

“Saya tidak mengkritisi soal kebijakan dan regulasi pemerintah tentang batas umur maksimal 35 tahun, 0 bulan 0 hari karena pemerintah sudah komitmen dengan itu, yang membuat saya kecewa karena pemerintah tidak konsisten dengan waktu mulai pendaftaran”, imbuhnya.

Kata dia, seharusnya Ia masih bisa mendaftar menjadi peserta CPNSD 2019 apabila BKN berkomitmen dengan waktu yaitu mulai pukul 00.00.

“Saya rasa itu aturan Internasional tentang waktu dan hal itu saya ajarkan kepada peserta didik saya, potal SSCN dibuka pukul 11.11 Wib yang terkesan mencari sensai dengan angka 11 karena saya tidak yakin bahwa mereka yang mengurus portal SSCN ini mengetahui bahwa waktu pukul 11.11 atau 23.11 tersebut di wilayah indonesia bagian tengah sudah berganti tanggal?”, katanya.

Meski demikian, dirinya berharap agar pihak BKN dan pemerintah daerah harus sinegisitas dalam penetapan regulasi terkait pendaftaran ini sehingga tidak ada peserta yang dikorbankan.

Laporan: Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 6807 kali

Baca Lainnya
x