News

Selasa, 19 November 2019 - 02:08 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Pelecehan Pada Bocah TJ Juga Terjadi di Gereja

Floreseditorial.com, Ruteng – Perilaku seks menyimpang dimana ada kecenderungan gairah seks kepada anak-anak semakin marak terjadi di kabupaten Manggarai.

Bukan cuma satu kejadian pelecehan, namun telah terjadi beberapa kasus yang seharusnya butuh penindakan serius dari aparat penegak hukum.

Tak jarang perilaku seks menyimpang ini berujung pada dampak traumatis berkepanjangan pada anak. Peristiwa ini, biasanya terjadi dan dilakukan oleh orang-orang terdekat anak-anak itu sendiri.

Adalah TJ, salah satu korban pencabulan yang dilakukan oleh PK. Diketahui TJ merupakan salah seorang siswi kelas 3 dari Desa Pong Lele, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Kepada wartawan VK yang merupakan ayah TJ menjelaskan bahwa anaknya sudah beberapa kali dicabuli oleh PK, terduga pelaku yang merupakan warga satu kampungnya sendiri.

Selain di beberapa tempat seperti di kios dan lainnya, sayangnya pencabulan itu pun pernah dilakukan di dalam gereja, tepatnya di ruang ganti pastor.

Ayah korban, mengaku kejadian ini bermula ketika anaknya TJ dan empat orang temannya pulang sekolah melewati gereja.

Kala itu pelaku menyuruh salah seorang anak laki-laki. Pelaku menyuruhnya untuk memanggil TJ masuk ke dalam gereja.

“Pelaku bilang, kamu panggil TJ ada bapanya di dalam gereja,” ungkap ayah korban kepada wartawan, Senin (18/11/2019).

Anak itu langsung memanggil TJ. Namun TJ tidak respon, Pelaku kemudian menyuruh lagi anak laki-laki itu untuk memanggil Tj, si korban

“Kamu dipanggil bapakmu untuk dapat uang,” katanya.

Lalu TJ pergi ke dalam gereja ternyata yang ada di gereja bukan ayahnya tetapi pelaku yang sudah menunggu. Sampai Di dalam, pelaku mengajak korban masuk ke dalam ruangan ganti Pastor. Dalam gereja, dia mencabuli TJ.

Dari keterangan ayah korban, pelecehan ini juga terjadi di dalam kios.

Pelaku kembali membujuk TJ masuk ke dalam kios. Pelaku mengaku kalau ayah TJ berada di dalam kios miliknya dan dia ingin memberikannya uang. Sampai di dalam kios tak ada ayahnya di dalam kios, hanya ada pelaku yang kemudian kembali mencabuli TJ.

Setelah Kejadian itu, Ayah korban mengaku, sikap anaknya mulai berubah, bahkan Ia selalu berlawan dengan orangtuanya, tidak seperti biasanya. Disuruh makan pun, korban tidak mau sama sekali.

“Bahkan kalau suruh pergi misa di Gereja, TJ sudah tidak mau lagi menerima berkat oleh Pastor. Padahal sebelumnya TJ sangat aktif kalau pergi misa,” jelasnya.

Demikian juga kalau suruh belajar kalau disuruh pasti tidak mau. Namun pada saat itu sikapnya berubah drastis.

Karna situasi ini orangtuanya korban mulai cemas atas sikap anaknya, Saat ditanya, ia pun lalu mengaku pernah dilecehkan oleh PK.

Untuk mencari tahu kebenaran pengakukan TJ, orangtua korban menanyakan kepada tiga orang teman anaknya itu. Tiga orang anak itu membenarkan kejadian itu dan mereka bercerita tidak jauh dari pengakuan korban.

Setelah mendapat cerita tersebut. Orang tua korban membawa TJ ke Rumah sakit St. Rafael Cancar. Dari sana langsung dirujuk ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng untuk melakukan visum. Hasil visum terdapat lecet dibagian alat vital korban.

Setelah mendapatkan hasil visum itu, orangtua korban melaporkan terduga pelaku ke Polres Manggarai.

Laporan: Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 1863 kali

Baca Lainnya
x