News

Senin, 18 November 2019 - 08:59 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Peserta Tes CPNS di Mabar Berdesak - Desakan Urus Kartu Pencari Kerja
(Foto: TeamYPF/IDE)

Peserta Tes CPNS di Mabar Berdesak - Desakan Urus Kartu Pencari Kerja (Foto: TeamYPF/IDE)

Peserta Tes CPNS di Mabar Berdesak – Desakan Urus Kartu Pencari Kerja

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Pendaftaran peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Manggarai Barat telah dibuka untuk umum.

Proses pengurusan berkas oleh para peserta yang ingin mengikuti tes terlihat disejumlah OPD di kabupaten Manggarai Barat termasuk di dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi Kabupaten tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah lambannya pengurusan Kartu Pencari Kerja atau yang lazim disebut kartu Kuning di dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi kabupaten Manggarai Barat.
Menurut sejumlah peserta, dinas belum siap melayani peserta yang mengurus kartu kuning.

“Kami datang tadi pagi serahkan berkas untuk diverifikasi. Setelah itu kami dimintai menunggu hingga pukul 14.00. Tetapi sekarang nama belum terpanggil”, ungkap Asna, salah seorang peserta yang juga mengantri untuk mengurus kartu kuning, Senin (18/11/2019).

“Didalam ruangan lantai dua itu sangat sempit dan panas. Orang berdesak-desakan masuk mengantri”, tambahnya

Ditempat lain, beberapa calon peserta CPNS mempertanyakan kejelasan kebijakan pengiriman berkas melalui kantor Pos.

“Kami dibuat bingung, BKD tidak menjelaskan mekanisme lanjutan terkait persyaratan pengiriman berkas melalui kantor pos. Itu kirimnya kemana? Yang memverifikasi siapa? Tidak jelaslah ya”, keluh Melania yang mengaku kebingungan.

Sementara itu, kepala dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi serta Kepala dinas BKD Kabupaten Manggarai Barat belum berhasil dikonfirmasi perihal keluhan para peserta test pegawai negeri sipil ini.

Pantauan Floreseditorial.com, di ruangan lantai dua dinas Nakertrans Kabupaten Manggarai Barat tersebut sangat padat dan terlihat hanya dua orang pegawai yang melayani dan membacakan antrian pengurusan kartu kuning yang membeludak.

Laporan : IDE

Artikel ini telah dibaca 3139 kali

Baca Lainnya
x