News

Senin, 11 November 2019 - 14:05 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Kenali Tanda – Tanda Akan Terjadi Puting Beliung

Floreseditorial.com – Pada Sabtu (09/11/2019), puluhan warga di dusun Rempang, desa Raba, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, harus mengungsi pasca angin puting Beliung meluluhlantahkan kampung mereka.

Data yang dihimpun floreseditorial.com, sedikitnya ada 51 warga dusun tersebut yang harus mengungsi sementara di ruangan kelas TRK Rempang karena rumah mereka yang porak-poranda pasca diterjang puting beliung.

Selain merobohkan rumah warga, puting beliung itu juga merusak sebuah Gereja, MCK dan satu ruangan kelas TRK Rempang.

Agar dapat mewaspadai bencana tersebut ada baiknya kita mengenali beberapa tanda-tanda bahwa di sekitar kawasan kita akan terjadi puting beliung.

Puting beliung adalah fenomena angin kencang yang bentuknya berputar menyerupai belalai, keluar dari awan Cumulonimbus (CB), dan terjadi di daratan (jika terjadi diperairan dinamakan Water Spout).

Namun tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena puting beliung, ada kondisi tertentu seperti ketika kondisi labilitas atmosfer yang melebihi ambang batas tertentu yang mengindikasikan udara sangat tidak stabil.

Melansir bmkg.go.id berikut beberapa tanda tanda akan terjadinya puting beliung:

Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah dan udara mulai pagi hari sudah terasa panas serta cukup terik dan gerah.

Umumnya mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB).

Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri, ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat karena hembusan angin dan Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.

Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada masa pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun akan diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Karakteristik puting beliung/angin kencang berdurasi singkat, Sangat lokal, Luasannya berkisar 5-10 km
dan Waktunya singkat, umumnya sekitar atau kurang dari 10 menit lamanya

Puting Beliung Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari
dan Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

Puting beliung, sangat sulit diprediksikan karena sifat kejadian fenomenanya sangat lokal, sementara Proses terjadinya puting beliung memiliki kaitan yang erat dengan fase tumbuh awan cumulonimbus (CB).

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 532 kali

Baca Lainnya
x