News

Selasa, 29 Oktober 2019 - 17:34 WIB

3 minggu yang lalu

logo

SA Memperagakan sejumlah Adegan saat rekonstruksi kasus pembuangan bayi di Ruteng (Ist)

SA Memperagakan sejumlah Adegan saat rekonstruksi kasus pembuangan bayi di Ruteng (Ist)

Menangis Dan Menyesal, Adegan Rekonstruksi Mahasiswi Pembuang Bayi di Ruteng

Floreseditorial.com, Ruteng – Tak sampai satu Minggu pasca terungkap, petugas Kepolisian Polres Manggarai akhirnya menggelar rekonstruksi kasus pembuangan bayi yang terjadi di Kelurahan Watu, kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Adegan rekonstruksi tersebut diawasi oleh penyidik dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Manggarai, Selasa (29/10/2019) sekitar pukul 09.40 sampai pukul 10.45 Wita.

Berdasarkan pantauan floreseditorial.com, tersangka SA yang adalah ibu kandung korban sendiri berjalan kaki saat membawa korban, Pelaku melewati jalan setapak dan menuju ke tempat penguburan yang berjarak sekitar belasan meter dari sebuah rumah dekat kali Ngali Leok.

29 adegan diperagakan oleh   tersangka yang masih berstatus Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di kota Ruteng itu.

Dalam adegan tersebut tersangka SA menuju semak-semak tempat ia mengubur bayinya. Tersangka membungkus bayi yang baru lahir itu dengan kantong plastik.

Saat melakukan reka ulang, tersangka SA tampak menangis dan nampak menyesali perbuatannya.

Ia menggali tanah untuk menguburkan bayinya itu dengan menggunakan sebuah kayu sebesar lebih dari ibu jarinya dengan panjang kira-kira 50 CM.

Karena mungkin dengan hanya menggunakan kayu tersebut ditambah kerasnya tanah, pelaku tidak menggalinya hingga dalam. Usai menggali seadanya, Pelaku meletakkan korban kemudian ditutupnya kembali dengan menggunakan tanah dan dedaunan bambu kering.

Usai menguburkan buah hatinya itu, ia kembali ke rumah tempat tinggalnya dengan melewati pintu dapur.

Dari reka adegan yang dilakukan, SA melakukan semua tindakannya itu tanpa dibantu oleh pihak lain.

Terlihat di TKP, Pihak kampus tempat SA kuliah konsisten dengan sikapnya yang akan selalu mendampingi pelaku SA.

Turut menyaksikan rekonstruksi tersebut kedua orangtua SA dan masyarakat sekitar, beberapa diantaranya bahkan ada yang meneteskan air matanya.

Laporan : Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 7625 kali

Baca Lainnya
x