Nasional

Senin, 28 Oktober 2019 - 06:09 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Kampus UNIKA St. Paulus Ruteng (Ist)

Kampus UNIKA St. Paulus Ruteng (Ist)

Sebut ‘Universitas Lonte’, Pihak Kampus UNIKA Berencana Polisikan Akun Facebook Ishaq Catriko

Floreseditorial.com, Ruteng- Setelah peristiwa pembuangan bayi oleh ibu kandung di Kali Ngali Leok, Ngencung, Kelurahan Watu, Kabupaten Manggarai disoroti oleh berbagai media, baik lokal maupun nasional, muncul beragam komentar dari nitizen pengguna media sosial berupa Facebook yang ditujukan kepada pelaku atau ibu bayi tersebut.

Ada yang berkomentar karena memahami etika penggunaan media yang baik dan ada yang berkomentar tanpa pertimbangan etika yang baik. Caci maki pun mengumbar di berbagai kolom komentar setiap postingan media yang meliput peristiwa tersebut.

Namun, berbeda dengan salah satu akun facebook atas nama Ishaq Catriko yang mengumbar komentarnya bukan kepada pelaku pembuangan bayi, tetapi malah ditujukan kepada pihak Kampus UNIKA St. Paulus Ruteng. Komentar Ishaq Catriko berawal dari postingan akun facebook bernama Anas dalam group Facebook DEMOKRASI MANGGARAI TIMUR.

Ketika Anas menulis, “weong nai: Membaca Ratapan Bayi yang dibuang. Berita tentang pembuangan janin kembali menggemparkan masyarakat Manggarai Raya. Kali ini pelakunya adalah mahasiswa pendidikan Matematika Universitas Katolik St. Paulus Ruteng,…”, demikian yang diposting oleh akun facebook bernama Anas di grop DEMOKRASI MANGGARAI TIMUR tersebut.

Dalam postingan tersebut Ishaq Catriko tidak canggung-canggung berkomentar dengan menyudutkan lembaga besar kampus UNIKA St. Paulus Ruteng tersebut.

“Unifersitas lonte”, demikian komentar pemilik akun Facebook Ishaq Cariko dalam kolom komentar postingan Anas di group DEMOKRASI MANGGARAI TIMUR tersebut.

Menanggapi komentar Ishaq, pemilik akun facebook Alficho Supardi, selaku salah satu dosen pada kampus Unika St. Paulus Ruteng tersebut membalas komentar Ishaq dengan mempertanyakan maksud dari komentarnya.

“Apa maksudnya pernyataan ini teman???”, balas akun facebook Alficho Supardi, selaku dosen di kampus tersebut.

Menjawabi komentar Alficho Supardi, Ishaq pun berkomentar semakin pedih dan sungguh sangat merugikan bagi pihak kampus Unika. St. Paulus Ruteng.

“kan dah banyak mahasiswa yang hamil di luar nikah..berarti sekolah itu sama halnya sekolah lonte..contohnya sekolah sekolah katolik mu itu lho”, jawabnya.

Komentar akun Facebook Ishaq Catriko yang dianggap telah menyudutkan dan merugikan reputasi baik kampus (Ist)

Karena merasa dirugikan oleh pihak kampus terhadap komentar sang pemilik akun bernama Ishaq Cariko tersebut, maka pada hari Senin, 28 Oktober 2019 Dosen, Karyawan dan beberapa mahasiswa mendatangi Polres Manggarai rencana untuk melapor pemilik akun Facebook atas nama Ishaq Catriko tersebut yang telah memberikan komentar merugikan Kampus UNIKA Santu Paulus Ruteng.

Seperti yang disaksikan Floreseditorial.com, tampak beberapa dosen dan mahasiswa yang mendatangi Polres Manggarai, Senin, (28/19).

Salah seorang Doktor hukum pada lembaga Unika St. Paulus Ruteng tersebut, Dr. Laurentius Ni, SH,. MH menilai, bahwa komentar akun facebook atas nama Ishaq Catriko sangat menyudutkan dan merugikan reputasi baik kampus. Karena itu, menurut beliau, pemilik akun FB tersebut harus diserahkan kepada pihak berwajib yakni kepolisian untuk melakukan proses hukum dengan ketentuan melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berlaku.

“Catriko memberikan komentar yang menyudutkan lembaga ini, maka dari pihak kampus telah mengkaji dengan baik dan melalui pimpinan serta desakan dosen, pegawai dan mahasiswa memutuskan yang bersangkutan harus diproses secara hukum, sehingga pada hari ini kami mendatangi polres Manggarai untuk melapor yang bersangkutan karena telah melanggar Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 251,” terang Dr. Laurentius Ni kepada Floreseditorial.com, Senin (28/19).

“Dalam UU ITE Pasal 45 ayat (3) yang berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja dan/atau tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 750.000.000 (Tujuh ratus lima puluh juta rupiah),” papar Lurentius Ni.

Terkait dengan tindakan pelanggaran UU ITE tersebut, maka dari Lembaga UNIKA St. Paulus akan menguasakan persoalan pencemaran nama baik tersebut ke Advokat Marten Jenarut, S.Fil., S.H., M.H.

Laporan : Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 18689 kali

Baca Lainnya
x