News

Rabu, 23 Oktober 2019 - 09:42 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Puluhan Sopir taxi Bandara Komodo di Labuan Bajo Datangi kantor bupati Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Puluhan Sopir taxi Bandara Komodo di Labuan Bajo Datangi kantor bupati Manggarai Barat (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Sopir Taxi Bandara Komodo Geruduk Kantor Bupati Manggarai Barat

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Puluhan Sopir taxi Bandara Komodo di Labuan Bajo Datangi kantor bupati Manggarai Barat pada Rabu (23/10). Kedatangan para Sopir taxi tersebut diketahui untuk berdiskusi dengan bupati Manggarai Barat terkait kehadirran transportasi Online Grab Car di Labuan Bajo. Namun demikian, belum sempat bertemu dengan bupati Manggarai Barat, puluhan Sopir taxi yang tergabung dalam asosiasi sopir bandara terlibat adu mulut dengan perwakilan Grab Car NTT di depan teras kantor bupati. Hal ini terjadi ketika puluhan Sopir taxi tersebut bersua dengan  perwakilan Grab Car.

Melkiades, salah satu Sopir taxi Bandara Komodo Labuan Bajo, menegaskan lima alasan dibalik penolakkan kehadiran transportasi online Grab Car tersebut.

Menurut asosiasi sopir bandara, Grab Car belum layak hadir di Labuan Bajo karena beberapa pertimbangan hukum, sosial dan budaya. Pertama, Peraturan Menteri Perhubungan no 12 tahun 2019 tidak menetapakan tranportasi online sebagai transportasi legal.

Kedua, persyaratan yang mematikan pengusaha lokal  seperti kendaraam produksi diatas tahun 2012. Ketiga, cara kerja, terkait pembayaran yang menggunakan ovo. Keempat, pembagian hasil dan perhitungan jarak yang merugikan pemilik kendaraan. Kelima, driver hanya sebagai mitra dimana Grab tidak bertanggung jawab atas hak driver seperti tunjangan masa tua, upah pensiun, BPJS dan kecelakaan kerja. Keenam, Grab tidak memiliki penandatanganan kontrak kerja, sehingga siapapun di Labuan Bajo akan bisa menjadi driver jika memiliki kendaraan pribadi. ASN, TNI, POLRI semuanya bisa menjadi driver. Jika demikian, ruang pemberdayaan untuk masyrakat lokal dan usaha menengah kebawah sangat tidak dimungkinkan dan terakhir, penetapan bonusnya tidak menguntungkan driver Grab.

“Atas dasar itu, asosiasi bersepakat menolak kehadiran Grab Car di Labuan Bajo”, tegas Melkiades.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 1834 kali

Baca Lainnya
x