Nasional

Rabu, 23 Oktober 2019 - 04:43 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Rustam Kelilauw, ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera kabupaten Manggarai (Ist)

Rustam Kelilauw, ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera kabupaten Manggarai (Ist)

Ketua DPD PKS Manggarai Pada Prabowo: Jadi Oposisi Itu Berat Kamu Ga Kuat, Biar PKS Aja

Floreseditorial.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk menterinya. Pemanggilan itu berlangsung sejak Senin (21/10/2019) hingga Selasa (22/10). Para tokoh yang dipanggil kompak mengenakan kemeja putih

Di hari pertama, tokoh yang dipanggil di antaranya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud Md; founder Gojek, Nadiem Makarim; dan Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu. Untuk nama ketiga, ada ‘drama’ yang menyertainya. Meski sudah memakai kemeja putih ke Istana, ternyata Tetty tak jadi bertemu dengan Jokowi. Dia hanya bertemu dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, lalu pulang dari pintu samping.

Masih di hari pertama, Jokowi juga memanggil rivalnya saat Pilpres 2019, Prabowo Subianto. Prabowo akan menjadi Menteri Pertahanan.

Penunjukan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Pengumuman dilakukan tiga hari setelah Jokowi dilantik sebagai presiden di Gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2019).

Atas keputusan Presiden yang telah memilih rivalnya itu sebagai Mentri pertahanan, sejumlah tokoh pun angkat bicara, salah satunya adalah ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Manggarai Rustam Kelilauw.

Menurut Rustam, PKS tentu sangat menghormati sikap dan keputusan Prabowo.

“Menurut kami, tentu prabowo punya pertimbangan sendri.
Mungkin jika beliau berada dalam pemerintahan Jokowi maka Beliau bisa memberikan kontribusi yang jauh lebih maksimal kepada bangsa dan negara,” kata Rustam Kelilauw, Rabu (23/10/2019).

Mungkin bagi Parabowo, kata Rustam, jika ada dalam kabibet jokowi, maka peluang untuk mengabdi jauh lebih baik ketimbang berada diluar kabinet.

“Presiden PKS beberapa saat lalu tegas mengatakan meski pilihan politik kami berbeda, Pak Prabowo memilih untuk di dalam dan kami tetap di luar, tapi kami akan tetap saling menghormati dan terus membangun komunikasi serta tetap menjaga dan merawat silaturahim,” tutur Rustam.

Ia menegaskan bahwa PKS akan tetap konsisten menjadi oposisi pemerintahan Jokowi.

Rustam berujar bahwa jika semua parpol bergabung ke pemerintah PKS khawatir nanti yang terjadi adalah bukan lagi adu argumen, adu gagasan dengan kualitas akademis ataupun kualitas kecendekiawanan, tetapi lebih kepada bagaimana kepentingan jangka pendek dan kepentingan kelompok-kelompok tertentu.

“Maka opisisi memiliki peran yang penting, karena Jadi oposisi itu berat. Kamu ga akan kuat,” tukas Rustam.

Terpisah disampaikan ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Manggarai Timur Marselis Sarimin Kerrong.

Menurut Marselis, seharusnya semu pihak tidak mempermasalahkan jika pihak oposisi dalam hal ini politisi Gerindra masuk jajaran menteri Kabinet Kerja Jilid 2 periode 2019-2024.

Menurut Marselis pemilihan nama menteri merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sudahlah soal itu, sudah itu kan hak pregatif presiden,” ucap Marselis kepada floreseditorial.com, Rabu (23/10/2019).

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 635 kali

Baca Lainnya
x