News

Senin, 21 Oktober 2019 - 05:52 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Cover buku ‘Selamat Datang di Manggarai Barat’ (Ist)

Cover buku ‘Selamat Datang di Manggarai Barat’ (Ist)

Belum Dilaunching, Buku ‘Selamat Datang di Manggarai Barat’ Sudah Terpesan Lebih Dari 500 Buah

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Manggarai Barat atau Mabar merupakan salah satu kabupaten baru di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mabar yang beribukotakan Labuan Bajo ini menjadi kabupaten baru sejak 2003 silam.

Kabupaten induknya adalah Manggarai yang beribukota Ruteng. Mabar sendiri terletak di ujung paling barat Pulau Flores atau Pulau Bunga atau kerap disebut Pulau Ular, kabupaten paling barat NTT yang berbatasan dengan Bima, NTB.

Secara umum Manggarai, terutama Mabar, memiliki sejarah, pernak-pernik budaya, adat istiadat, dan kekayaan alam sendiri yang sangat luar biasa. Destinasi wisata, panorama alam, dan berbagai hal tentang Mabar sangat menarik untuk dikaji, ditelisik dan pada lanjutaannya Mabar lebih layak dikunjungi oleh banyak orang terutama wisatawan.

Mabar memang benar-benar daerah yang memiliki potensi pariwisata dan panorama alam yang sangat indah. Bukan saja Taman Nasional Komodo (TNK) dan Pantai Pedenya yang eksotik juga indah, tapi juga ada Pantai Gontalo, Puncak Waringin, Pulau Padar, Pulau Kanawa, Pantau Pink atau Merah Muda, Danau Sano Nggoang, Sawah Lembor, Pantai Nangalili, Hutan Mbeliling, Gua Batu Cermin, Cunca Wulang, Kawasan Teong Tida Golo Sengang, dan masih banyak lagi.

Segala detail mengenai hal tersebut, terangkum dalam buku tentang Mabar. Ya, telah terbit buku terbaru “SELAMAT DATANG DI MANGGARAI BARAT” karya dua anak Syamsudin Kadir dan Muhammad Achyar.

Buku setebal 200 halaman yang dicetak berwarna dengan cover luar dicetak timbul (Glossy) ini berisi tentang Sejarah Manggarai terutama Manggarai Barat (Mabar), Profil dan Selayang Pandang Mabar, Destinasi Wisata, Panorama Alam, dan berbagai Pernak-pernik budaya, adat istiadat dan sebagainya tentang Mabar.

Ada satu hal yang mencengangkan dan membanggakan untuk buku ini. Hingga kini, meski belum dilaunching, buku ini sudah terpesan sekitar 500 eksamplar oleh sekitar 400 orang pembeli atau pembaca.

Hal ini tergolong luar biasa, sebab buku ini sendiri masih dalam proses cetak di percetakan (penerbitan), tapi antusias pembaca untuk memiliki dan membaca bukunya sudah tak terbendung lagi.

Muhammad Achyar, salah satu penulis buku tersebut menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah mencetak kembali buku tersebut untuk memenuhi permintaan pembaca yang terus meningkat.

“Panitia sedang mencetak kembali,” kata Achyar saat dihubungi wartawan pada Senin (21/10).

Untuk diketahui, buku ini sendiri dijadwalkan akan dilaunching dan dibedah perdana yang akan diselenggarakan pada Sabtu 2 November 2019 pukul 09.00-14.00 WITA di Hotel Pelangi, Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 1185 kali

Baca Lainnya
x