Nasional

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 04:21 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Ratusan karyawan asal Flores terpaksa mengungsi setelah di usir pihak perusahaan beberapa waktu lalu (Ist)

Ratusan karyawan asal Flores terpaksa mengungsi setelah di usir pihak perusahaan beberapa waktu lalu (Ist)

Merasa Dibohongi PT WTC dan MPI, Karyawan Minta TPDI Bantu Proses Hukum

Floreseditorial.com – PT Wahana Tritunggal Cemerlang dan PT MPI telah membohongi karyawan yang diusirnya beberapa waktu lalu. Menurut keterangan pihak perusahaan, karyawan yang diusir telah kembali bekerja sebagaimana isi poin kesepakatan yang terjadi pada 29 September 2019 lalu.

Para karyawan korban pengusiran merasa telah dibohongi oleh grup GUTASMBA tersebut.

Salah satu korban pengusiran mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun dari sepuluh kesepakatan yang telah dijalankan oleh pihak perusahaan.

“Kami masih berada di basecamp pengungsian dan belum dipekerjakan kembali oleh pihak perusahaan”, ungkapnya.

Sebelumnya, perusahaan mengaku di hadapan DPRD Kutai Timur bahwa telah kembali mempekerjakan karyawan yang diusirnya.

Menanggapi hal itu, VN salah satu karyawan lainya menuding perusahaan WTC dan MPI tidak bertanggung jawab dan telah menyebarkan kebohongan.

“Kami memiliki rekaman video di basecamp pengungsian per hari kamis (17/10/2019). Di situ kita semua bisa melihat kebenarannya. Apakah kami menipu pemerintah daerah Kutai Timur ataukah perusahaan yang telah menyebarkan kebohongan untuk tidak bertanggung jawab terhadap tuntutan karyawan?”, katanya.

Menurut para karyawan korban pengusiran, saat ini mereka telah meminta bantuan kepada lembaga hukum Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) untuk membantu mereka dalam kaitannya denga proses kejahatan yang telah dilakukan oleh pihak perusahan terhadap mereka.

Selanjutnya, bersama TPDI akan memproses secara hukum terhadap dua perusahaan di Kaliman Timur tersebut.

Menanggapi keluhan karyawan tersebut, Petrus Salestinus saat dihubungi secara terpisah oleh team media ini Via Whatsapp menuliskan, bahwa tentu jalan terakhir adalah upaya hukum dan untuk itu kemugkinan senin tim Jakarta akan adakan rapat membicarakan upaya-upaya dimaksud.

Lebih lanjut Ketua TPDI, Petrus Salestinus menulis, Kita akan meningkatkan tekanan kepada Perusahaan pasca pembentukan kabinet Jokowi 2019-2024. Karena diharapkan Menaker yang baru nanti bisa memberikan perhatian penuh terhadap nasib ratusan karyawan asal NTT di Kaltim, Kutai Timur.

“Kita tidak ingin nasib karyawan semakin hari semakin jauh dari rasa keadilan. Kita juga tidak mau karyawan asal NTT di perantauan ini terjebak dalam aksi yang berbau sara yang pernah dicoba oleh pihak-pihak tertentu dengan mangajak masyarakat lokal mengusir karyawan asal NTR yang sedang menuntut hak”, tulis Ketua TPDI via whatsapp.

Lebih jauh katua TPDI, menuliskan memang medan juang yang agak jauh dari hampir semua akses telah membuat pihak pengusaha.sewenang-wenang terhadap keluarga kita para karyawan asal NTT, Polri memihak pengusaha, Depnaker setempat memihak pengusaha, media lokal di Kalimantan Timur memihak pengusaha dan seterusnya.

“Karena itu pekerjaan ini butuh keterlibatan kita semua agar memudahkan para karyawan asal NTT kuat menghadapi sikap buta tuli pihak Pengusaha di sana”, tutup ketua TPDI Petrus Salestinus.

Hingga berita ini diturunkan, pihak WTC maupun MPI belum berhasil dikonfirmasi. (IDR)

Artikel ini telah dibaca 918 kali

Baca Lainnya
x